Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 17 Januari 2026
home masjid detail berita

Tujuan Perkawinan Menurut Islam: Bukan Sekadar Pemenuhan Syahwat dan Regenerasi

miftah yusufpati Sabtu, 22 November 2025 - 05:38 WIB
Tujuan Perkawinan Menurut Islam: Bukan Sekadar Pemenuhan Syahwat dan Regenerasi
Seks dalam Islam adalah sesuatu yang suci dan harus dilakukan dalam suasana suci. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID – Pada sebagian anak muda, perkawinan sering direduksi menjadi jalan sah untuk memuaskan hasrat biologis. Seks seolah menjadi tujuan utama, sementara reproduksi dipandang sebagai fungsi paling pokok dari hubungan suami istri. Pandangan yang lumrah, namun ternyata bukan inti dari ajaran Al-Qur’an.

Dalam Wawasan Al-Qur’an, Prof. Dr. M. Quraish Shihab menegaskan bahwa seks dalam Islam adalah sesuatu yang suci dan harus dilakukan dalam suasana suci. Ia bukan barang terlarang, bukan pula tabu yang dikaitkan dengan kenajisan. Justru melalui law of sex, Allah memerintahkannya sebagai bagian dari kehidupan manusia.

Ayat-ayat Al-Baqarah [2]:187 dan [2]:223 menunjukkan legitimasi hubungan seksual dalam rumah tangga, namun keduanya tak dapat ditafsirkan semata sebagai dorongan biologis. Ada sesuatu yang lebih. Al-Qur’an kemudian memberikan penegasan konseptual yang berbeda ketika berbicara tentang pasangan manusia: di sana disebutkan mawaddah dan rahmah (Al-Rum [30]:21). Dua kata kunci yang absen ketika Al-Qur’an membahas reproduksi hewan ternak (Al-Syura [42]:11).

---

Di sinilah perbedaan mendasar antara pernikahan manusia dan kawin-mawin binatang. Pasangan manusia tak hanya ditujukan untuk menjaga keturunan, melainkan untuk membangun ketenteraman pada jiwa dan sosial. Perkawinan menjadi ruang tumbuh cinta yang matang (mawaddah) serta kasih penopang yang merawat kekurangan pasangan (rahmah).

Menurut Quraish Shihab, cinta kasih itu bukan hadiah kecil. Ia diberikan karena manusia dipilih sebagai khalifah di bumi, pemikul amanah peradaban. Ikatan pernikahan merupakan institusi pertama yang diciptakan untuk menopang tugas besar itu: menghadirkan kebaikan generasi dan tatanan sosial yang beradab.

Di balik setiap pasangan, ada proyek panjang yang tak cukup dipikul oleh naluri: membesarkan peradaban. Dari keluarga, lahir masyarakat. Dari masyarakat, lahir tatanan dunia.

---

Karena itu, Islam menempatkan perkawinan sebagai bagian dari ibadah. Seks ditempatkan dalam kemuliaan, bukan dilucuti menjadi sekadar dorongan instingtif. Ia adalah salah satu jalan manusia menjaga keberlanjutan amanah kehidupan, namun hanya benar-benar bermakna ketika menyatu dengan kasih, kesalingan, dan cita membentuk masa depan bersama.

Jika cinta adalah pintu masuk, maka ketenteraman adalah rumahnya. Mawaddah dan rahmah menjadi perabot yang membuat rumah itu layak untuk dihuni sepanjang usia. Di sanalah tujuan pernikahan menemukan titik maknanya: bukan sekadar menyatu, tetapi bertumbuh; bukan hanya sah secara hukum, tetapi terarah secara spiritual.

Tidak berlebihan jika Al-Qur’an menegaskannya sebagai tanda kebesaran Allah. Karena menjaga pernikahan berarti menjaga ciptaan Tuhan yang paling bernilai: martabat dan masa depan manusia.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 17 Januari 2026
Imsak
04:18
Shubuh
04:28
Dhuhur
12:06
Ashar
15:30
Maghrib
18:19
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan