LANGIT7.ID-, Sulawesi Tengah - Aksi berbeda dari yang lain dilakukan sejumlah calon pasangan pengantin di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Usai melangsungkan
akad nikah, pasangan-pasangan tersebut menanam pohon di halaman depan Kantor Urusan Agama (KUA).
Kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari
Program Pohon Samawa yang digelar KUA Ampana Kota, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tojo Una-Una, sekaligus menjadi implementasi Gerakan Ekoteologi Lintas Agama Kementerian Agama.
Aksi cinta lingkungan itu bertajuk "Merawat Bumi dan Menjaga Ciptaan Tuhan melalui Penanaman Pohon bagi Calon Pengantin (Pohon Samawa)".
Melalui program ini, kesadaran umat beragama untuk merawat lingkungan dibangun secara berkelanjutan melalui peran KUA, penyuluh agama, dan satuan pendidikan di bawah binaan
Kementerian Agama.
Di Ampana Kota, implementasi gerakan tersebut dimulai dengan melibatkan langsung para calon pengantin yang melangsungkan akad nikah pada hari yang sama.
Tercatat pada Senin, 26 Januari 2026 terdapat tiga pasangan yang menikah, yakni Abdul Rahman-Mersy Anapode, Sam Husen-Zaenab, serta Sahrul-Alivia J. Suya telah mengikuti prosesi penanaman pohon usai akad nikah.
Baca juga: Viral di Medsos, Tepuk Sakinah Ternyata Punya Misi Besar dari Kementerian AgamaKepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, Muh. Syahruddin menyampaikan bahwa pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga melahirkan keluarga baru yang memiliki tanggung jawab sosial dan ekologis.
"Pohon yang ditanam hari ini bukan sekadar simbol, tetapi komitmen dan janji moral untuk tumbuh bersama alam serta memberi manfaat bagi sesama," ujarnya, mengutip laman resmi Kemenag Sulteng, Kamis (29/1/2026).
Menurut Muh. Syahruddin, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan yang perlu dibiasakan sejak dini.
![Pengantin Wajib Menanam Pohon Usai Akad Nikah di Kantor KUA Ini]()
Dengan demikian, siapa pun pasangan pengantin yang menikah di KUA Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, wajib melakukan penanaman pohon di halaman KUA. Salah satu pengantin pria mengatakan, bahwa kegiatan ini dimaknai sebagai simbol atas kehidupan rumah tangga yang harus dirawat.
"Kami tidak hanya memulai hidup bersama, tetapi juga memulai komitmen untuk menjaga ciptaan Tuhan. Pohon ini akan menjadi pengingat bahwa rumah tangga harus dirawat sebagaimana kami merawat alam," ujar mempelai pria, Abdul Rahman.
Pohon yang ditanam merupakan tanaman yang disiapkan melalui kerja sama KUA Ampana Kota dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tojo Una-Una. Program ini mendorong keterlibatan keluarga sebagai unit terkecil dalam upaya merawat alam dan menjaga ciptaan Tuhan.
Melalui program ini, keluarga diajak membangun kesadaran untuk menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.
(lsi)