Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti Larang Anak Main Roblox, Ini Dia Alasannya

lusi mahgriefie Rabu, 06 Agustus 2025 - 10:28 WIB
Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti Larang Anak Main Roblox, Ini Dia Alasannya
Mendikdasmen Abdul Muti tengah melakukan tinjauan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat, Senin (4/8). Foto: dok. Kemendikdasmen
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Game Roblox yang sedang digemari anak-anak belakangan ini menjadi sorotan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Ia bahkan melarang anak-anak bermain game tersebut.

Ucapan ini tidak serta-merta muncul begitu saja. Awalnya, Menteri Mu'ti yang tengah melakukan tinjauan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat, Senin (4/8) lalu itu mengobrol sekaligus mengingatkan para murid untuk tidak terlalu lama bermain ponsel dan juga tidak menyaksikan konten kekerasan.

Kemudian beberapa dari siswa tersebut mengaku bahwa mereka senang bermain Roblox.

"Kalau main HP tidak boleh menonton kekerasan, yang di situ ada berantemnya, di situ ada kata-kata yang jelek-jelek, jangan nonton yang tidak berguna ya. Nah yang main blok-blok (Roblox) tadi itu jangan main yang itu ya, karena itu tidak baik ya," kata Mu'ti mengutip Antara News, Selasa (5/8/2025).

Roblox sendiri merupakan salah satu platform gaming populer, terutama di kalangan anak-anak. Pada game ini pemain membuat dan memainkan berbagai jenis permainan secara virtual.

Yang menjadi alasan Utama Mu'ti melarang anak-anak bermain game Roblox karena ia menilai adanya adegan kekerasan dalam game tersebut.

"Itu kan banyak kekerasan ya di game itu, kadang-kadang anak-anak ini tidak memahami bahwa yang mereka lihat itu kan sebenarnya sesuatu yang tidak nyata," kata Abdul Mu'ti, mengutip Kompas.com.

Ia khawatir di usia anak-anak, mereka belum mampu membedakan mana yang nyata dan mana yang rekayasa. Oleh karena itu, terkadang mereka meniru apa yang mereka lihat.

"Sehingga, karena itu kadang-kadang praktik kekerasan yang ada di berbagai game itu, itu memicu kekerasan di kehidupan sehari-hari anak-anak," jelas Mu'ti.

Baca juga: Hadir di HoYo FEST 2025 Surabaya, ASUS ROG Jawab Rasa Penasaran Gamers

Pada kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti mengimbau untuk para orangtua supaya mendampingi anak-anaknya saat bermain gawai. Tak hanya itu, pastingakn juga apa yang diakses anak-anak adalah hal positif dan edukatif.

"Dampingi (anak saat bermain gawai), harus kita pandu supaya yang diakses adalah yang bermanfaat dan mereka dapat menggunakannya untuk kepentingan-kepentingan yang bersifat edukatif dan bermanfaat," imbuhnya..

Dari sisi aturan, Mu'ti mengatakan bahwa Kemendikdasmen bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta kementerian terkait lainnya, meluncurkan Program Tata Kelola untuk Anak Aman dan Sehat Digital (Tunas).

Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

Peraturan yang mulai berlaku 1 April 2025 ini menjadi dasar hukum kuat bagi negara untuk menghadirkan ruang digital yang aman, sehat, dan berkeadilan

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)