LANGIT7.ID-, Bali - - Transformasi digital di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta penyiapan karakter generasi muda yang adaptif terhadap dinamika global menjadi prioritas. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk melakukan percepatan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh pelosok Indonesia.
Program ini merupakan manifestasi dari visi Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan sinergi kaum muda dalam peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM).
Melalui pemerataan akses layanan dasar serta optimalisasi potensi di setiap daerah, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berupaya memperkokoh daya saing bangsa untuk menghadapi tantangan global demi mewujudkan Indonesia Maju.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, menekankan bahwa arah pendidikan nasional ke depan harus mampu memberikan solusi nyata bagi berbagai problematika bangsa.
"Pendidikan kita harus membumi, hadir di tengah rakyat, dan mampu memberikan solusi atas berbagai problematika. Kita ingin membangun generasi yang tidak hanya menjulang dalam prestasi global, tetapi tetap memiliki integritas dan nasionalisme yang kokoh sebagai kader bangsa," ujar Abdul Mu'ti saat memberikan sambutan dalam pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Bali, beberapa waktu lalu.
Baca juga: 150 Alumni LPDP Mengemban Tugas sebagai Teman Belajar Digital di Daerah 3TSebagai langkah konkret, talenta-talenta unggul termasuk para tenaga profesional dan alumni beasiswa dikirim untuk terjun langsung memberikan edukasi digital di area Papua, Maluku, dan NTT. Program ini bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis sekaligus inspirasi bagi murid di daerah terpencil.
![Pemerintah Dorong Digitalisasi Pembelajaran Bagi Generasi Muda Hingga ke Pelosok Papua]()
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming. Dalam arahannya, Wakil Presiden mendorong penguatan sarana teknologi di sekolah-sekolah terpencil guna mengejar ketertinggalan.
Ia menyoroti pentingnya implementasi infrastruktur pendidikan modern seperti Interactive Flat Panel (IFP)/Papan Interaktif Digital (PID) yang kini mulai menyasar wilayah Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kita ingin memastikan program pendidikan menyentuh area-area yang selama ini sulit dijangkau. Digitalisasi melalui alat-alat pendidikan modern harus bisa dioperasikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh guru dan siswa di wilayah 3T," ujar Wapres Gibran.
Baca juga: Kemendikdasmen Bersama Polri, Kejaksaan, KPK, dan Kemendagri Komitmen Kawal SPMB Ramah 2026Selain digitalisasi tingkat dasar, Wakil Presiden juga memberikan perhatian besar pada penguatan keterampilan tinggi (high skill) di tingkat pendidikan menengah. Hal ini dianggap krusial guna merespons dinamika global sambil mengoptimalkan bonus demografi melalui peningkatan produktivitas generasi muda.
Melalui penguatan teknologi dan kolaborasi lintas sektoral, Kemendikdasmen berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap anak bangsa, di mana pun mereka berada, mendapatkan hak pendidikan berkualitas yang setara demi kemajuan bangsa yang berkeadilan. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan yang merata dan adaptasi teknologi diyakini menjadi kunci utama dalam mencapai target Indonesia maju di masa depan.
(lsi)