Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 21 Juni 2026
home masjid detail berita

Jangan hanya Rutinitas, Pahami Hakikat Shalat

Muhajirin Selasa, 02 Mei 2023 - 18:30 WIB
Jangan hanya Rutinitas, Pahami Hakikat Shalat
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Shalat merupakan kewajiban setiap muslim. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang yang menjalankan shalat hanya sebagai rutinitas, tanpa memahami hakikat shalat itu sendiri.

Pakar Filsafat Islam, Dr Fahruddin Faiz, menjelaskan, umat Islam harus memahami hakikat shalat agar tidak sekedar rutinitas, atau sekedar menyembah kekosongan. Harus ada makna dalam setiap gerakan, menghadirkan khusyu, dan fokus pada setiap gerakan agar bisa tersambung kepada Allah Ta’ala.

Menurut Fahruddin Faiz, shalat seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran dan pemahaman akan hakikatnya, bukan semata-mata hanya sebagai olahraga atau rutinitas. Sebab, jika dilakukan sembarangan, maka shalat tersebut akan kehilangan maknanya.

"Sembahyang itu siang malam tiada putusnya, keluarnya nafasku menjadi puji, masuknya nafasku menjadi doa, karena tutur penglihatan dan pendengaran disuruh melepaskan dari angan-angan," ujar Fahruddin Faiz saat memberikan kajian dalam Ngaji Filsafat, dikutip Senin (1/5/2023).

Baca juga:Anak Sering Main Game Susah Diajak Shalat, Bagaimana Solusinya?

Fahruddin Faiz mengatakan, shalat yang hanya dilakukan sebagai rutinitas atau olahraga sama halnya dengan menyembah kekosongan, yang hanya akan membuat seseorang terus hidup dalam alam kematian ini.

Dia juga menegaskan, shalat yang sesungguhnya adalah sebagai bentuk komunikasi dengan Allah yang seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran dan pemahaman akan hakikat shalat. Menyembah kekosongan dalam shalat Sangat mungkin Terjadi jika seseorang tidak memahami ibadah tiang agama tersebut.

"Bahkan dalam salat kita, menyembah kekosongan. Kalimat lainnya, shalat tanpa memahami hakikatnya seperti bambu-bambu. Bambu itu, ya memang luarnya sih kelihatan kuku, tapi dalamnya kosong hatinya, kayu batang kangkung kan juga dalamnya kosong, kosong melompong, hampa, dampak kolong angin," jelas Fahruddin Faiz.

Dia menambahkan, shalat yang dilakukan hanya demi riya atau pamrih semata, justru akan membuat orang semakin jauh dari Allah. Shalat karena riya sama sekali tidak mendatangkan manfaat bagi jiwa seorang muslim. Padahal, shalat seumpama vitamin bagi jiwa seseorang.

"Kita melakukan banyak sekali ibadah tidak demi Allah, tapi berpamrih. Kayak tadi pamrihnya macam-macam bahkan banyak yang keduniaan. Yang jelas, kalau shalatnya hanya untuk mencari dunia, itu bukanlah shalat yang sebenarnya," ujarnya.

Fahruddin Faiz juga menegaskan, shalat bukanlah sekadar rutinitas atau olahraga semata. Namun, ia mengajak umat muslim untuk memahami hakikat shalat, agar shalat yang dilakukan memiliki nilai dan makna yang sesungguhnya.

Sebab, shalat yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan pemahaman akan hakikatnya akan membawa seseorang menuju kebahagiaan dan keberkahan dalam hidupnya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 21 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan