LANGIT7.ID-Jakarta; - Salat jenazah merupakan salah satu ibadah yang memiliki posisi sangat penting dalam syariat Islam. Berbeda dari pelaksanaan salat fardu lima waktu, ibadah salat jenazah dilakukan sepenuhnya dalam posisi berdiri tanpa gerakan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, maupun tasyahud.
Pelaksanaan salat jenazah terdiri dari empat kali takbir. Mengingat kedudukannya sebagai ibadah mahdah, seluruh tata cara pelaksanaannya wajib merujuk secara akurat pada dalil-dalil syariat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Di lingkungan warga Muhammadiyah, pengerjaan salat jenazah mengenal prinsip tanawwu' as-sunnah atau keragaman praktik sunnah. Artinya, terdapat lebih dari satu variasi tata cara yang sama-sama berlandaskan riwayat shahih dari Rasulullah SAW.
Baca Juga: Tafsir Al-Baqarah Ayat 8: Bahaya Laten Kemunafikan dan Pura-Pura BerimanMelalui Keputusan Himpunan Putusan Tarjih (HPT), Muhammadiyah menetapkan dua versi urutan bacaan dalam salat jenazah. Perbedaan di antara kedua versi tersebut bukan terletak pada isi doanya, melainkan pada tata letak pembacaan Surah Al-Fatihah dan shalawat.
Bacaan Salat Jenazah Versi PertamaPada variasi versi pertama, pembacaan Surah Al-Fatihah dan shalawat digabungkan langsung secara berurutan tepat setelah takbir yang pertama. Setelah melakukan takbir pertama, jamaah membaca Surah Al-Fatihah:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾
(
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Amin).
Tanpa menunggu takbir kedua, bacaan langsung dilanjutkan dengan membaca shalawat ibrahimiyah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
(
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia).
Selanjutnya, setelah takbir kedua dilantunkan, jamaah membaca doa permohonan ampunan khusus bagi jenazah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
(
Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, maafkanlah kesalahannya, muliakan tempat persinggahannya, lapangkan kuburnya, sucikanlah dia dengan air, salju, dan embun, bersihkanlah dia dari segala dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, pasangannya dengan pasangan yang lebih baik, serta lindungilah dia dari fitnah kubur dan azab neraka).
Memasuki takbir ketiga, jamaah membaca doa ampunan yang diperuntukkan bagi seluruh umat muslim yang masih hidup maupun yang telah wafat:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ، اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ
(
Ya Allah, ampunilah orang-orang kami yang masih hidup maupun yang telah meninggal, yang hadir maupun yang tidak hadir, yang kecil maupun yang besar, yang laki-laki maupun yang perempuan. Ya Allah, siapa di antara kami yang Engkau hidupkan, hidupkanlah ia dalam Islam, dan siapa yang Engkau wafatkan, wafatkanlah ia dalam keimanan. Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahala karena kematiannya dan janganlah Engkau sesatkan kami sepeninggalnya).
Setelah takbir keempat, pelaksanaan salat jenazah langsung diakhiri dengan mengucapkan salam sambil memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bacaan Salat Jenazah Versi KeduaBerbeda dengan versi pertama, pada susunan versi kedua ini bacaan dipisah secara sistematis di setiap sela-sela takbir. Setelah takbir pertama, jamaah membaca Surah Al-Fatihah:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Baca Juga: Tak Sekadar Tempat Ibadah, Masjid di Lampung Ini Jadi Pusat Nikah Massal dan Konseling KeluargaSelanjutnya pada takbir keempat, jamaah melantunkan doa ampunan bagi seluruh kaum muslimin yang hidup maupun yang telah mendahului:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ، اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ
Rangkaian salat jenazah pada versi kedua ini kemudian ditutup dengan mengucapkan salam:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalāmu 'alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh.Kedua variasi ini sama-sama sah dan memiliki pijakan dalil yang kuat. Umat Islam dapat menggunakan salah satu dari kedua versi tata cara tersebut sesuai dengan kenyamanan dan kebiasaan yang berlaku.
(zhd)