Ismail Umalelen, Imam Masjid Penjaga Moderasi Beragama di Sailolof Papua
Tim langit 7
Selasa, 16 Mei 2023 - 08:00 WIB
Ismail Umalelen, Imam Masjid di Sailolof Papua Barat.Foto/dok.Kemenag
Moderasi beragama bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia. Nilai-nilainya, seperti toleransi, adil, serta anti kekerasan, telah dimiliki masyarakat negeri ini sejak dahulu. Nilai tersebut harus terus dirawat dan dipupuk agar kehidupan keberagamaan makin berkualitas.
Hal ini pula yang menjadi pilihan hidup Ismael Umalelen, pria paruh baya yang mendiami Kampung Sailolof, Distrik Salawati Selatan, Sorong, Provinsi Papua Barat.
Di usia senjanya, ia tetap setia menjalankan tugas mulia, melayani warga kampung sekaligus menjadi imam masjid di tempatnya bermukim.
Meski hidup jauh dari hiruk pikuk perkotaan, namun tak menyurutkan semangat pria asli Papua ini untuk terus menggaungkan semangat moderasi beragama.
baca juga:Mahfud MD: Pesantren Punya Peran Penting Bangun Moderasi Beragama
Baginya, hidup berdampingan, damai dan saling bersahabat merupakan cita-cita luhur, yang harus terus terjaga tanpa memandang perbedaan.
"Hidup rukun dan damai antara umat Islam dan Kristen sangat dirasakan karena ada pertalian darah, satu leluhur dan satu keturunan sehingga kami tidak pernah mempersoalkan perbedaan, agama mereka, agama kita dianggap itu agama keluarga," kata Ismael, dikutip dari laman Kemenag, Senin (15/5/2023).
Hal ini pula yang menjadi pilihan hidup Ismael Umalelen, pria paruh baya yang mendiami Kampung Sailolof, Distrik Salawati Selatan, Sorong, Provinsi Papua Barat.
Di usia senjanya, ia tetap setia menjalankan tugas mulia, melayani warga kampung sekaligus menjadi imam masjid di tempatnya bermukim.
Meski hidup jauh dari hiruk pikuk perkotaan, namun tak menyurutkan semangat pria asli Papua ini untuk terus menggaungkan semangat moderasi beragama.
baca juga:Mahfud MD: Pesantren Punya Peran Penting Bangun Moderasi Beragama
Baginya, hidup berdampingan, damai dan saling bersahabat merupakan cita-cita luhur, yang harus terus terjaga tanpa memandang perbedaan.
"Hidup rukun dan damai antara umat Islam dan Kristen sangat dirasakan karena ada pertalian darah, satu leluhur dan satu keturunan sehingga kami tidak pernah mempersoalkan perbedaan, agama mereka, agama kita dianggap itu agama keluarga," kata Ismael, dikutip dari laman Kemenag, Senin (15/5/2023).