Mana yang Lebih Prioritas dan Mendesak, Subsidi Petani atau Mobil Listrik?
Tim langit 7
Selasa, 16 Mei 2023 - 16:00 WIB
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel.Foto/ist
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, menyarankan, sebaiknya pemerintah fokus membangun pemerataan ekonomi, menanggulangi kemiskinan, serta memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan pangan pada umumnya.
“Subsidi untuk yang papa, bukan untuk yang berdaya. Mari kita gunakan akal sehat dan nurani kita dalam bernegara. Mana yang lebih prioritas dan urgent, membangun pertanian dengan mensubsidi petani dan pertanian atau mensubsidi mobil listrik dan pengusaha kaya?” katanya, Senin (15/5/2023).
Hal itu ia sampaikan Gobel menanggapi kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi untuk sepeda motor listrik dan subsidi untuk mobil listrik.
Berdasarkan pemberitaan di media massa, subsidi itu besarnya sekitar Rp7 juta untuk sepeda motor dan sekitar Rp 25 juta hingga Rp 80 juta untuk mobil. Selain itu, pemerintah juga akan mengganti mobil dinas pejabat eselon I dan eselon II serta sepeda motor dinas dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.
Baca juga:Apa Dampak Jika Erdogan Kalah dalam Pemilu Turki?
Anggaran untuk tiap pembelian satu mobil listrik itu adalah Rp 966 juta. Sedangkan anggaran untuk motor listrik adalah Rp 28 juta per unit. Nilai total subsidi sepeda motor listrik untuk periode 2023-2024 mencapai Rp 7 triliun.
Angka ini belum termasuk subsidi untuk mobil listrik yang nilai subsidi per unitnya jauh lebih besar. Subsidi ini diberikan kepada produsen kendaraan listrik. Tujuan kebijakan ini adalah untuk mengurangi polusi udara.
“Subsidi untuk yang papa, bukan untuk yang berdaya. Mari kita gunakan akal sehat dan nurani kita dalam bernegara. Mana yang lebih prioritas dan urgent, membangun pertanian dengan mensubsidi petani dan pertanian atau mensubsidi mobil listrik dan pengusaha kaya?” katanya, Senin (15/5/2023).
Hal itu ia sampaikan Gobel menanggapi kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi untuk sepeda motor listrik dan subsidi untuk mobil listrik.
Berdasarkan pemberitaan di media massa, subsidi itu besarnya sekitar Rp7 juta untuk sepeda motor dan sekitar Rp 25 juta hingga Rp 80 juta untuk mobil. Selain itu, pemerintah juga akan mengganti mobil dinas pejabat eselon I dan eselon II serta sepeda motor dinas dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.
Baca juga:Apa Dampak Jika Erdogan Kalah dalam Pemilu Turki?
Anggaran untuk tiap pembelian satu mobil listrik itu adalah Rp 966 juta. Sedangkan anggaran untuk motor listrik adalah Rp 28 juta per unit. Nilai total subsidi sepeda motor listrik untuk periode 2023-2024 mencapai Rp 7 triliun.
Angka ini belum termasuk subsidi untuk mobil listrik yang nilai subsidi per unitnya jauh lebih besar. Subsidi ini diberikan kepada produsen kendaraan listrik. Tujuan kebijakan ini adalah untuk mengurangi polusi udara.