Mahfud MD Bertemu Ketum PBNU, Bahas Politik Inspiratif di Pemilu 2024
Tim langit 7
Sabtu, 27 Mei 2023 - 09:50 WIB
Pertemuan Menko Polhukam mahfud MD dan Ketum PBNU Kh Yahya Cholil Staquf.
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Prof. Mahfud MD, bersilaturahim dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf, Jumat (26/5/2023). Dalam pertemuan di kantor PBNU ersebut, mereka membicarakan banyak hal termasuk Pemilu 2024.
Menurut Mahfud MD, pembahasan politik bersama Gus Yahya bukan terkait politik elektoral atau politik praktis, tetapi politik inspiratif. Yaitu politik yang membangun keadilan, penegakan hukum, serta memilih pemimpin yang jujur dan adil.
"Bagaimana membangun keadilan, penegakan hukum, memilih pemimpin yang adil jujur. Itu namanya politik inspiratif," kata Mahfud MD seusai pertemuan.
Baca juga:Calon Jemaah Haji Indonesia Wafat di Madinah, Jenazah Disalatkan di Masjid Nabawi
Mahfud MD menyebut pertemuannya dengan Ketum PBNU juga mendiskusikan masalah-masalah keislaman dalam kerangka nasionalisme, keindonesiaan dan membangun bangsa yang lebih maju. Mantan Ketua MK ini menilai, pertemuan dia selaku keterwakilan pemerintah dengan Ketua Umum PBNU sangat penting untuk menyamakan visi.
NU, kata dia, memiliki kewenangan dalam hal memberikan pandangan tentang pendidikan, nasihat, dan imbauan ketertiban masyarakat. Sementara pemerintah adalah pihak yang melaksanakan kebijakan berdasarkan masukan dari masyarakat, khususnya dari PBNU. "Hukum dan wewenang yang saya miliki, saya lakukan di lapangan," ucapnya.
Terkait dengan upaya membangun bangsa yang maju, lanjut Mahfud, dirinya dan Ketua Umum PBNU memiliki kesamaan ide yang sudah sering didiskusikan bersama pada momen-momen tertentu. "Jadi beliau bergerak di masyarakat, saya bergerak di pemerintah untuk Indonesia kita," tuturnya.
Menurut Mahfud MD, pembahasan politik bersama Gus Yahya bukan terkait politik elektoral atau politik praktis, tetapi politik inspiratif. Yaitu politik yang membangun keadilan, penegakan hukum, serta memilih pemimpin yang jujur dan adil.
"Bagaimana membangun keadilan, penegakan hukum, memilih pemimpin yang adil jujur. Itu namanya politik inspiratif," kata Mahfud MD seusai pertemuan.
Baca juga:Calon Jemaah Haji Indonesia Wafat di Madinah, Jenazah Disalatkan di Masjid Nabawi
Mahfud MD menyebut pertemuannya dengan Ketum PBNU juga mendiskusikan masalah-masalah keislaman dalam kerangka nasionalisme, keindonesiaan dan membangun bangsa yang lebih maju. Mantan Ketua MK ini menilai, pertemuan dia selaku keterwakilan pemerintah dengan Ketua Umum PBNU sangat penting untuk menyamakan visi.
NU, kata dia, memiliki kewenangan dalam hal memberikan pandangan tentang pendidikan, nasihat, dan imbauan ketertiban masyarakat. Sementara pemerintah adalah pihak yang melaksanakan kebijakan berdasarkan masukan dari masyarakat, khususnya dari PBNU. "Hukum dan wewenang yang saya miliki, saya lakukan di lapangan," ucapnya.
Terkait dengan upaya membangun bangsa yang maju, lanjut Mahfud, dirinya dan Ketua Umum PBNU memiliki kesamaan ide yang sudah sering didiskusikan bersama pada momen-momen tertentu. "Jadi beliau bergerak di masyarakat, saya bergerak di pemerintah untuk Indonesia kita," tuturnya.