Begini Hukum Game Online untuk Hiburan
Muhajirin
Selasa, 30 Mei 2023 - 16:03 WIB
Permainan (game) berbasis internet kian marak pada era digital saat ini.
Permainan (game) berbasis internet kian marak pada era digital saat ini. Berbagai macam game ditawarkan, mulai dari mengacu otak sampai adu taktik. Tapi, bagaimana hukum memainkan game online untuk sekadar hiburan?
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, terdapat kisah dua sahabat terkait hal ini, yakni Hanzhalah dan Abu Bakar. Pada suati ketika Hanzhalah merasa gelisah dan gundah.
Hanzhalah merasa telah menjadi seorang yang berpura-pura. Itu ketika berada di hadapan Rasulullah SAW, dia berperilaku serius, tidak bercanda, mata selalu sembab, hati selalu berdzikir dan senantiasa dalam kondisi ketakwaan pada Allah SWT.
Baca juga:Teknologi Makin Canggih, Buku Bukan Alat Utama Pembelajaran
Namun, ketika Hanzhalah pulang ke rumah, perangainya berubah. Dia mencandai anak dan istri, merasa senang dan seolah-olah lupa bahwa sebelum pulang dia sedang berdzikir sampai matanya sembab karena menangis.
Hal yang sama ternyata dialami Abu Bakar. Keduanya lalu mendatangi Rasulullah SAW dan mengajukan pertanyaan atas yang apa yang mengganjal di hati. Rasulullah SAW lalu bersabda:
"Demi Dzat yang aku berada di tangan-Nya, jika kalian tetap seperti dalam kondisi ketika kalian berada bersamaku, atau seperti kalian berdzikir, maka malaikat akan menyalami kami sekalian di tempat-tempat tidurmu dan di jalan-jalan. Akan tetapi, wahai Hanzhalah, 'semua ada waktunya'. Itu beliau ucapkan sebanyak 3 kali." (HR Muslim)
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, terdapat kisah dua sahabat terkait hal ini, yakni Hanzhalah dan Abu Bakar. Pada suati ketika Hanzhalah merasa gelisah dan gundah.
Hanzhalah merasa telah menjadi seorang yang berpura-pura. Itu ketika berada di hadapan Rasulullah SAW, dia berperilaku serius, tidak bercanda, mata selalu sembab, hati selalu berdzikir dan senantiasa dalam kondisi ketakwaan pada Allah SWT.
Baca juga:Teknologi Makin Canggih, Buku Bukan Alat Utama Pembelajaran
Namun, ketika Hanzhalah pulang ke rumah, perangainya berubah. Dia mencandai anak dan istri, merasa senang dan seolah-olah lupa bahwa sebelum pulang dia sedang berdzikir sampai matanya sembab karena menangis.
Hal yang sama ternyata dialami Abu Bakar. Keduanya lalu mendatangi Rasulullah SAW dan mengajukan pertanyaan atas yang apa yang mengganjal di hati. Rasulullah SAW lalu bersabda:
"Demi Dzat yang aku berada di tangan-Nya, jika kalian tetap seperti dalam kondisi ketika kalian berada bersamaku, atau seperti kalian berdzikir, maka malaikat akan menyalami kami sekalian di tempat-tempat tidurmu dan di jalan-jalan. Akan tetapi, wahai Hanzhalah, 'semua ada waktunya'. Itu beliau ucapkan sebanyak 3 kali." (HR Muslim)