Petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah dalam Memilih Pemimpin
Muhajirin
Jum'at, 02 Juni 2023 - 18:00 WIB
ilustrasi
Masyarakat Indonesia sebentar lagi akan menggelar pesta demokrasi lima tahunan. Pada 2024 nanti, wajah Indonesia lima tahun ke depan akan ditentukan melalui pemilihan umum.
Namun, bagaimana tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah dalam memilih pemimpin?
Menurut Shihab (2002), ada dua hal yang harus dipahami tentang hakikat kepemimpinan. Pertama, kepemimpinan dalam pandangan Al-Qur'an bukan sekadar kontrak sosial antara pemimpin dengan masyarakat. Tetapi, kepemimpinan merupakan ikatan perjanjian antara pemimpin dengan Allah SWT.
۞ وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.” (QS Al-Baqarah: 124)
Baca juga:Haedar Nashir Minta Nilai Pancasila Dilaksanakan, Jangan Diingkari
Kepemimpinan adalah amanah, titipan Allah SWT. Bukan sesuatu yang diminta, apalagi dikejar dan diperebutkan. Itu karena kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang serta menjalankan tanggungjawab melayani rakyat.
Namun, bagaimana tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah dalam memilih pemimpin?
Menurut Shihab (2002), ada dua hal yang harus dipahami tentang hakikat kepemimpinan. Pertama, kepemimpinan dalam pandangan Al-Qur'an bukan sekadar kontrak sosial antara pemimpin dengan masyarakat. Tetapi, kepemimpinan merupakan ikatan perjanjian antara pemimpin dengan Allah SWT.
۞ وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.” (QS Al-Baqarah: 124)
Baca juga:Haedar Nashir Minta Nilai Pancasila Dilaksanakan, Jangan Diingkari
Kepemimpinan adalah amanah, titipan Allah SWT. Bukan sesuatu yang diminta, apalagi dikejar dan diperebutkan. Itu karena kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang serta menjalankan tanggungjawab melayani rakyat.