Praktik keluar dari Makkah demi mengejar umrah berkali-kali bagi pendatang kini menjadi sorotan. Para ulama mengingatkan bahwa tawaf di Baitullah jauh lebih utama daripada mengejar ritual yang tak pernah dicontohkan secara massal oleh Nabi.
Kajian terhadap hadis dapat dilanjutkan sebagai bentuk ijtihad kolektif untuk menjawab kebutuhan zaman. Ini bukan dalam rangka meragukan sunnah Nabi, tetapi dalam rangka melindungi sunnah dari hadis yang tidak sahih.
Di zaman sekarang, akses terhadap literatur sejarah, manuskrip klasik, dan ilmu kritik hadis jauh lebih terbuka. Ini memungkinkan dilakukannya peninjauan ulang terhadap hadis-hadis tertentu dengan pendekatan ilmiah dan multidisipliner.
Pembukuan hadis baru dimulai pada akhir abad pertama Hijriah. Hal ini merujuk pada inisiatif Khalifah Umar ibn Abd al-Aziz, seorang khalifah dari Dinasti Umayyah yang sangat dihormati dan sering disebut sebagai Umar II.
Menurut al-Sibai, mereka yang menolak hadis (dalam arti menolak otoritasnya sebagai sumber hukum) mendasarkan pandangannya pada beberapa argumen berikut:
Sunnah lebih luas daripada hadis, termasuk yang sahih. Berarti, sunnah tidak terbatas hanya pada hadis. Sekalipun pengertian ini cukup jelas, namun masih juga sering menimbulkan kekaburan,
Pakar pendidikan Islam, Ustadz Mohammad Fauzil Adhim, menegaskan, generasi Al-Isra akan lahir dari orang tua yang memahami Al-Qur'an dan Sunnah secara runut.
Setiap manusia di dunia tentu memiliki permasalahan dalam hidup. Banyaknya permasalahan dalam hidup seringkali memunculkan pikiran negatif yang berujung pada kecemasan
Masyarakat Indonesia sebentar lagi akan menggelar pesta demokrasi lima tahunan. Pada 2024 nanti, wajah Indonesia lima tahun ke depan akan ditentukan melalui pemilihan umum.
Islam mengajarkan umatnya bisa melawan rasa malas. Ada cara-cara melawan malas yang dijelaskan di dalam Al-Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW atau as-sunnah.