Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tips Lawan Rasa Malas, Pakai 4 Cara dari Al Quran dan Sunnah

mahmuda attar hussein Senin, 16 Januari 2023 - 07:30 WIB
Tips Lawan Rasa Malas, Pakai 4 Cara dari Al Quran dan Sunnah
Tips Lawan Rasa Malas, Pakai 4 Cara dari Al Quran dan Sunnah. (Foto: Istimewa).
LANGIT.ID, Jakarta - Islam mengajarkan umatnya untuk bisa melawan rasa malas. Hal itu dijelaskan pula di dalam Al-Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW (as-sunnah).

Itulah yang menjadi alasan bagi kaum muslimin menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pasalnya selain melawan rasa malas kaitannya dalam akitivas harian maupun ibadah, Al-Quran dan hadis Rasulullah SAW juga menjadi petunjuk selama menjalani hidup di dunia.

Rasa malas dengan berbagai alasannya tak pandang bulu. Kemalasan yang dialami kaum muslimin bisa merusak produktivitas dalam ibadah maupun pekerjaan.

Nah dampak rasa malas itulah yang mesti segera diatasi oleh kaum muslimin. Untuk itu Langit7 telah merangkum 4 cara melawan rasa malas sesuai anjuran Al-Quran dan sunnah.

Apa saja itu? Melansir Understand Quran berikut 4 cara atasi kemalasan sesuai dengan Al-Qur'an dan hadis:

1. Niat

Untuk melawan rasa malas Sahabat mesti mendahulukan segala aktivitas dengan niat baik dan hanya untuk Allah SWT.

Jangan lupa pula untuk berdoa setiap kali akan beraktivitas ataupun keluar rumah. Dengan mengawali seluruh kegiatan dengan doa dan niat yang baik tentu akan memunculkan motivasi dalam diri.

Adapun doa yang bisa dipanjatkan yakni, رَّبِّ زِدۡنِي عِلۡمًا

Latin: Robbi Zidni Ilma’

Artinya: Wahai Tuhanku, tingkatkan ilmuku

Doa itu dipanjatkan karena Allah Yang Maha Tinggi tidak memerintahkan Rasulullah dengan permintaan untuk menambah apapun kecuali ilmu.

Nabi SAW sendiri biasa berdoa di pagi hari: اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَّافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُّتَقل

Latin: Allaahumma innii as’aluka ‘ilman naafia’, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalaa

Artinya: Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan rizki yang baik (halal), dan amal yang diterima. (HR. At-Tabarani).

2. Bersyukur akan Rezeki

Memotivasi agar bisa menghilangkan rasa malas yaitu dengan bersyukur akan nikmat berupa rezeki dari Allah SWT.

Tidak hanya berlaku bagi karyawan dengan gaji tetap bulanannya, tapi hal ini juga berlaku bagi mereka sebagai pengusaha atau pedagang.

Nabi SAW bersabda, “Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad, Al-Bazzar, Ath-Thabrani).

"Demi Dia yang di Tangan-Nya hidupku, lebih baik bagi siapa pun di antara kalian untuk mengambil seutas tali dan memotong kayu (dari hutan) dan membawanya di punggungnya dan menjualnya (untuk mencari nafkah) daripada meminta sesuatu kepada seseorang dan orang itu dapat memberinya atau tidak. (HR. Al-Bukhari).

3. Jangan Minder

Malas secara fisik dapat memengaruhi perasaan secara spiritual. Meninggalkan kewajiban agama tertentu, pada gilirannya dapat membuat tubuh semakin malas dan lemah, sementara mengingat Allah (dzikir) justru dapat memperkuat tubuh.

Adapun cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi minder atau merasa rendah diri ini dengan memperbanyak istighfar dan meyakini bahwa hanya Allah SWT yang merupakan Dzat Maha Besar.

Allah Ta'ala berfirman tentang keutamaan istighfar: Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.” (QS. Hud: 52).

Adapun Ibn al Qayyim dalam Al Wabil al Sayyib menyebutkan bahwa kaum muslimin bisa memperbanyak zikirnya. Seperti yang juga diajarkan Rasulullah kepada Fatimah dan Ali RA.

Mereka diajarkan untuk membaca membaca tasbih (SubhanAllah) 33 kali sebelum tidur, membaca Tahmid (Alhamdulillah) 33 kali, dan membaca Takbir (Allahu Akbar) 34 kali.

Disebutkannya, barang siapa yang terus melakukan ini, akan menemukan kekuatan dalam tubuhnya dan akan membuatnya terlepas dari kebutuhan akan seorang hamba.

4. Sadari Sumber Kemalasan dan Efeknya

Kemalasan dalam ibadah berdampak pada aspek lain dari kehidupan sehari-hari.

Malas salat, membaca Al-Qur'an, hingga lupa hubungannya dengan Allah adalah salah satu jenis kemalasan yang disukai oleh setan.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Setan meletakkan tiga simpul di belakang kepala salah satu dari kalian jika dia sedang tidur. Pada setiap simpul ia membaca dan menghembuskan kata-kata berikut, 'Malam ini panjang, jadi tidurlah.' Ketika seseorang bangun dan mengingat Allah, satu simpul terlepas; dan ketika seseorang berwudhu, ikatan kedua juga terlepas, dan ketika seseorang berdoa (salat), ikatan ketiga juga terlepas, dan seseorang bangun dengan semangat di pagi hari; jika tidak, seseorang akan bangun dengan malas dan dengan hati yang nakal”. (HR. Al-Bukhari).

Itu artinya, salat tahajjud bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk membuang rasa malas dan meningkatkan motivasi dalam berkegiatan.

Salat dan doa adalah sumber dari banyak perbuatan baik. Jadi jangan pernah tinggalkan salat wajib maupun yang disunnahkan Rasulullah dengan berbagai keutamaannya.

Pasalnya, salat dapat menyelamatkan jiwa dari masalah kegagalan. Apalagi salat juga menjadi amalan pertama yang akan dimintai pertanggungjawabannya.

Nabi SAW bersabda, "Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah salat. Apabila salatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik. Apabila salatnya buruk, maka seluruh amalnya pun buruk." (HR. Ath-Thabrani).

Hadis tersebut merupakan gambaran besar terkait kemalasan dalam salat yang dapat memengaruhi kehidupan manusia di dunia maupun di akhirat.

Sebagaimana Rasulullah berdoa untuk dilindungi dari rasa malas:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Latin: Allaahumma inni a'udzubika minal-hammi walhazani, wal’ajzi wal’kasali, wal’bukhli wal’jubni, wa dhala’id-dayni wa ghalabatir-rijaal.

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan, kesedihan, kecacatan, kemalasan, pengecut, kikir, beban hutang, dan penindasan manusia. (HR. Al-Bukhari).

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan