Islam mengajarkan umatnya bisa melawan rasa malas. Ada cara-cara melawan malas yang dijelaskan di dalam Al-Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW atau as-sunnah.
Dalam Al-Qur'an pun dijelaskan bahwa manusia harus aktif dan produktif dalam melakukan sesuatu. Ini dimaksudkan agar waktu luang tidak diisi dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya.
Tren mager kembali mencuat saat pandemi Covid-19. Di mana orang-orang hanya berfokus di rumah dan tidak melakukan aktifitas kebugaran, seperti berolahraga dan membuat aktifitas lainnya.
Allah SWT menetapkan ibadah kepada-Nya sebagai tujuan hidup manusia. Namun, ada kalanya momen di mana seseorang mengalami penurunan dan timbul rasa malas beribadah.
Sebagian masyarakat masih mengeluhkan aktivitas di hari Senin. Padahal, mengawali hari dengan Bismlillah bisa menjadi ibadah dan dicatat sebagai pahala.
Ada 5 tips menjauhkan diri dari sifat malas bekerja. Jangan sampai perasaan tersebut malah mengakibatkan turunnya produktivitas dan memperburuk citra profesi.
Islam tidak mengajarkan umatnya untuk malas-malasan dalam bekerja. Sebaliknya agama dari Allah ini menekankan umatnya giat mencari rezeki dengan ikhtiar.
Umat Islam harus membuang rasa malasnya, apalagi sekarang aktivitas bekerja sudah kembali normal. Harus ada motivasi dalam bekerja, terutama dalam hal niat.
Rasa malas menjadi sumber penghambat utama bagi seseorang untuk maju. Untuk itu, perlu belajar dan mencontoh negara yang paling rajin dalam mengerjakan rutinitas harian, yakni Jepang.