LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 tips menjauhkan diri dari sifat
malas bekerja. Jangan sampai perasaan tersebut malah mengakibatkan turunnya produktivitas dan memperburuk citra profesi.
Memang ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang malas bekerja di antaranya karier, gaji mentok, teman sekantor yang resek, bosan, dan berbagai alasan lainnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, seorang karyawan harus paham bagaimana mengelola mood tersebut. Ada 5 tips mengatasi kemalasan dalam bekerja:
Baca Juga: Lagi Malas Kerja, Ini Motivasi Islam dari Ustadz Khalid Basalamah1. Ketahui faktornyaSahabat harus mulai mencari faktor yang menjadi alasan malas bekerja atau pun menjadi tidak suka dengan pekerjaan yang digeluti. Mulai dari lingkungan kantor, gaji, atau jarak yang jauh, dan lainnya.
Dengan menemukan secara spesifik faktor penyebab kemalasan ini, paling tidak Sahabat tidak akan menyalahkan pekerjaan tersebut secara menyeluruh.
Misalnya saja karena faktor jarak tempu antara rumah dan kantor yang jauh, maka Sahabat tinggal fokus di permasalahan itu untuk mencari solusinya. Tentunya dengan mencari kosan atau sejenisnya yang lebih dekat dengan kantor.
2. Fokus hal positifDalam hal ini Sahabat harus mencari sesuatu dari rutinitas kerja yang memberikan hal positif. Sehingga dapat dijadikan sebuah motivasi merubah malas menjadi semangat kerja.
Misalnya saja, punya rekan kerja yang bisa dijadikan teman untuk sharing. Tentu mereka akan memberikan dampak positif kepada Sahabat.
Ketika bisa menemukan hal positif tersebut, dapat dipastikan Sahabat akan mendapatkan mood yang baik untuk kerja. Energi positif ini jika dimanfaatkan dengan optimal, bisa jadi akan membawa Sahabat kepada karir yang lebih baik.
3. Tujuan besarSetiap pekerjaan pasti punya tujuan besar, bukan hanya soal uang. Seperti tenaga kesehatan yang memiliki tujuan kemanusiaan, yakni menyembuhkan orang sakit.
Begitu juga masing-masing pekerjaan Sahabat yang pasti memiliki tujuan besar. Sahabat harus bisa menemukan tujuan ini dan menjadikannya niat baik untuk berbagi manfaat kepada banyak orang.
4. Gunakan waktu usai kerja lebih bermanfaatWalaupun sedang berada di usia produktif, Sahabat juga harus memanfaatkan waktu yang ada untuk hal lain di luar pekerjaan. Misalnya untuk anak, istri, orang tua, hobi, dan lainnya.
Dalam hal ini, Sahabat dianjurkan untuk melakukan segala sesuatu yang disukai usai pulang kantor. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat pikiran jauh lebih rileks dan melupakan sejenak kepenatan di tempat kerja.
Sebab, semakin sering memikirkan beban pekerjaan, hanya akan membuat tingkatan stres terus meningkat. Apalagi, pikiran negatif tersebut membawa dampak negatif yang jauh dari kata produktif dan bermanfaat.
5. Pindah kerjaBila Sahabat masih tetap merasa sulit, bahkan stres ketika harus menjalankan rutinitas kerja yang sama setiap harusnya, maka sudah waktunya untuk pindah kerja.
Artinya, Sahabat harus mundur dari pekerjaan tersebut dan mencari pekerjaan yang lebih baik, serta sesuai dengan passion masing-masing. Namun, ada baiknya Sahabat menguasai bidang pekerjaan yang akan digeluti nantinya.
Jangan sampai Sahabat justru mengalami hal yang sama ketika pindah ke tempat kerja yang baru. Untuk itu, penting mempersiapkan diri, baik kemampuan, pikiran, dan mental sebelum pindah kerja atau menjalani profesi baru.
(bal)