Tukang Tahu Keliling Naik Haji Setelah 40 Tahun Nabung Uang di Celengan
Tim langit 7
Rabu, 14 Juni 2023 - 09:17 WIB
Kasan Solin, warga Dusun Karangsukup, Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang naik haji setelah menabung selama 40 tahun
Impian Kasan Solin berangkat haji ke Tanah Suci akhirnya menjadi kenyataan. Penjual tahu keliling ini bisa menunaikan rukun Islam kelima dengan perjuangan panjang.
Calon jemaah haji kloter 48 asal Dusun Karangsukup, Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang ini harus menabung selama 40 tahun. Uang receh hasil berjualan tahu dikumpulkan.
Bagi Kasan, bisa berhaji ke Baitullah sudah menjadi cita-cita yang diidam-idamkan sejak ia masih remaja. “Sejak saya masih bujang (belum menikah), saya sudah kepingin sekali bisa berangkat haji. Sedikit demi sedikit, waktu itu sekitar tahun 1983 saya mulai menyisihkan setiap pendapatan yang saya terima,” tuturnya didampingi istri, Susiana.
Baca juga:Suami Istri Gowes Naik Haji, Jual Mobil untuk Bekal Perjalanan
Dia bercerita, pertama kali menabung untuk haji dengan menyisihkan uangnya di celengan yang ia simpan dalam lemari bajunya. Mulai dari Rp50.000 hingga Rp100.000. Waktu itu, pria berusia 55 tahun tersebut masih menjadi buruh perusahaan tahu milik pamannya.
Setelah merasa mampu berusaha sendiri, Kasan mulai merintis usaha produksi tahu. Tak hanya produksi sendiri, dia juga yang menjajakan tahunya dari kampung ke kampung naik motor. Setelah uang dalam celengan dirasa penuh, Kasan pun memecahkannya dan ia pergunakan untuk membeli seekor sapi.
“Dari seekor sapi itu, saya rawat baik-baik sehingga berkembang menjadi 4 ekor sapi. Pada 2011, saya jual semua sapi yang saya punya untuk daftar naik haji dan dijadwalkan berangkat tahun 2021,” jelasnya.
Calon jemaah haji kloter 48 asal Dusun Karangsukup, Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang ini harus menabung selama 40 tahun. Uang receh hasil berjualan tahu dikumpulkan.
Bagi Kasan, bisa berhaji ke Baitullah sudah menjadi cita-cita yang diidam-idamkan sejak ia masih remaja. “Sejak saya masih bujang (belum menikah), saya sudah kepingin sekali bisa berangkat haji. Sedikit demi sedikit, waktu itu sekitar tahun 1983 saya mulai menyisihkan setiap pendapatan yang saya terima,” tuturnya didampingi istri, Susiana.
Baca juga:Suami Istri Gowes Naik Haji, Jual Mobil untuk Bekal Perjalanan
Dia bercerita, pertama kali menabung untuk haji dengan menyisihkan uangnya di celengan yang ia simpan dalam lemari bajunya. Mulai dari Rp50.000 hingga Rp100.000. Waktu itu, pria berusia 55 tahun tersebut masih menjadi buruh perusahaan tahu milik pamannya.
Setelah merasa mampu berusaha sendiri, Kasan mulai merintis usaha produksi tahu. Tak hanya produksi sendiri, dia juga yang menjajakan tahunya dari kampung ke kampung naik motor. Setelah uang dalam celengan dirasa penuh, Kasan pun memecahkannya dan ia pergunakan untuk membeli seekor sapi.
“Dari seekor sapi itu, saya rawat baik-baik sehingga berkembang menjadi 4 ekor sapi. Pada 2011, saya jual semua sapi yang saya punya untuk daftar naik haji dan dijadwalkan berangkat tahun 2021,” jelasnya.