LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pasangan suami istri (pasutri), Nasrullah Ong dan Erma Hanura Sari berangkat
haji ke Mekah dengan naik sepeda. Pasutri warga Perumahan Griya Satria Indah 2, Kalisari, Sumampir, Purwokerto, Jawa Tengah ini mengayuh sepeda tandem.
Mereka berangkat pada Minggu 7 Mei 2023 di halaman Masjid Baitul Arqom, Purwokerto. Warga dan keluarga melepas keberangkatan pasutri ini ke Tanah Suci, seraya mendoakan perjalanannya lancar dan diberikan kesehatan.
Informasi yang dihimpun
Langit7.id, niat awalnya berangkat haji naik sepeda motor. Namun, cara tersebut dianggap Nasullah terlalu diret. Niat baik ini sempat berhenti selama enam bulan sebelum akhirnya muncul keinginan yang kuat untuk ke Tanah Suci mengayuh sepeda pancal.
Dia terdorong karena melihat tayangan di sosial media pernah ada orang naik haji dengan gowes sepeda. Keinginan itu disampaikan ke Erma Hanura Sari, sang istri.
Baca juga:
Undangan Haji Khusus dari Raja Salman, Baim Wong Berangkat 7 JuniWalau Erma sempat takut naik sepeda karena pernah stroke tahun 2008 dan tenaganya menurun, namun niat beribadah itu tak bisa dia tolak.
Setelah sepakat naik haji gowes sepeda, barulah Nasrullah berfikir mencari sepedanya. Dia membeli sepeda tandem milik temannya. Sepeda itu sudah didesain untuk touring sehingga bisa mendukung niatnya perjalanan ibadah ke Masjidil Haram.
Jual mobil untuk bekal.Nasrullah dan Erma sudah punya sepeda yang siap digowes. Dokumen pendukung untuk perjalanan ke luar negeri sudah di tangan, di antaranya paspor dan lainnya.
Giliran berikutnya adalah memberitahu anak-anak termasuk sang mantu. Baginya, bukan soal mudah mendapatkan izin dari keluarganya.
Awalnya, keluarga agak berat melepasnya. Apalagi, Erma secara fisik kurang baik karena pernah terkena stroke pada 2008.
Berbagai tawaran solusi diberikan, mulai pakai pesawat back packeran. Tapi niat Nasrullah dan istri sudah bulat, berangkat haji pakai sepeda.
Perjalanan ke Tanah Suci bukan perjalanan singkat. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan. Informasinya butuh delapan bulan dari Purwakarta ke Tanah Suci.
Bekal yang harus dibawa pun penting dipertimbangkan. Akhirnya memutuskan menjual mobilnya. "Di awal-awal ada yang menawar mobilnya tapi murah karena mungkin mereka tahu kami butuh. Bertahan berapa bulan akhirnya mobil dibeli langsung dengan pemakai, lebih pantaslah harganya," kata Nasrullah.
Baca juga:
Aulia Akbar, Tangan Dingin di Balik Desain Logo IKN NusantaraApresiasi dari Caleg PerindoBanyak apresiasi untuk pasutri asal Purwokerto yang berangkat naik haji dengan boncengan sepeda. Apresiasi itu salah satunya dari Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Abdul Khaliq Ahmad.
Bacaleg DPR RI Dapil Jawa Barat II meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ini menilai, pilihan itu cermat lantaran harus benar-benar memperhitungkan seberapa lama dia melakukan perjalanan dari Indonesia dan tiba di Arab Saudi menjelang pelaksanaan ibadah haji.
Politisi ini menilai berangkat haji menggunakan pilihan hemat karena setidaknya dibanding dengan biaya haji yang sesungguhnya ini lebih murah dengan manfaat yang banyak, seperti bisa mengunjungi beberapa negara sebelum tiba di kota tujuan.
"Yang paling penting adalah hemat waktu, karena kalau melakukan satu perjalanan haji yang biasa itu kan harus menunggu sekian puluh tahun, kalau kita tinggal di salah satu kabupaten di Sulsel, Sidrap misalnya itu bisa 40 tahun menunggu," ujarnya.

(ori)