Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home sosok muslim detail berita

Aulia Akbar, Tangan Dingin di Balik Desain Logo IKN Nusantara

tim langit 7 Kamis, 01 Juni 2023 - 08:00 WIB
Aulia Akbar, Tangan Dingin di Balik Desain Logo IKN Nusantara
Aulia Akbar, pemenang desain logo IKN Nusantara mendapat apresiasi dari Presiden Jokowi.Foto/Setpres
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Logo baru Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara telah resmi diluncurkan Presiden Joko Widodo, Selasa (30/5/2023). Logo tersebut berupa Pohon Hayat yang mempunyai makna sumber kehidupan.

Logo ini kombinasi dari lima akar di bagian bawah yang melambangkan Pancasila, serta tujuh batang di bagian tengahnya yang mewakili tujuh pulau besar Indonesia.

Terdapat juga 17 kelopak di bagian atas logo, melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia.

Pohon Hayat mencerminkan filosofi dan semangat pembangunan IKN untuk menumbuhkan rasa kebanggaan sebagai bangsa besar dan menjaga alam.

Presiden Jokowi memuji logo Pohon Hayat, menyatakan filosofi di baliknya selaras dengan pembangunan IKN.

Baca juga:Logo Baru IKN Nusantara Diluncurkan, Presiden: Bermakna Sumber Kehidupan

Profil Aulia Akbar
Di balik logo yang sarat maka kehidupan, ada tangan dingin yang mendesainnya. Dia adalah Aulia Akbar, warga Bandung Bawa Barat. Dia menjadi pemenang sayembara logo dan meraih lebih daeri 500 ribu suara.

Aulia Akbar adalah desainer grafis dengan pengalaman sembilan tahun. Pria ini co-founder dan Design Researcher di POT Branding House, sebuah perusahaan di industri kreatif, di mana ia bekerja sejak Februari 2023.

Dia juga aktif mengajar desain grafis baik offline di ITENAS dan online di Pixel Ninja. Dia juga mengelola forum Bandung Design Friendly (BDF) dan ADGI Chapter Bandung, untuk mendukung desainer grafis muda.

Aulia Akbar, Tangan Dingin di Balik Desain Logo IKN Nusantara
Aulia Akbar dari Bandung, pemenang desain logo IKN Nusantara.Foto/Setpres

Aulia Akbar adalah lulusan Desain Komunikasi Visual di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, lulus 2014.

Dia pernah mengajar sebagai dosen luar biasa di jurusan yang sama di ITENAS dari 2016 hingga 2017.

Saat di SMA, dia belajar di SMAN 25 Bandung dari tahun 2008 hingga 2010. Saat itu, dia juga aktif sebagai Co-Founder 25Graphy Exschool of Photography.

Inspirasi Ide
Ide logo Pohon Hayat itu berasal dari ragam budaya bangsa Indonesia sejak ditumbuhkan oleh para leluhur. Desain ini dipilih karena Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman hayati.

"Logo ini sebagai wajah ibu kota baru dengan semangat baru, untuk peradaban Indonesia ke depan perlu mengikat semua perbedaan ini dengan damai," jelasnya.

Selain itu, warna cokelat pada logo tersebut berasal dari konsep warna khatulistiwa. Menurutnya, konsep tersebut pun dipilih karena merupakan warna yang inklusif berdasarkan berbagai pertimbangan.

"Jadi ini berasal dari hal-hal yang kultural, kembali ke akar, kita cari akar kita, Indonesia itu seperti apa, makanya itu semua sudah terakumulasi ya," katanya.

Aulia mengatakan, logo Pohon Hayat itu dirancang selama sekitar satu bulan setelah timnya mengetahui adanya sayembara untuk logo IKN.

"Idenya tumbuh seiring dengan riset yang kita tangani, jadi waktu itu kita punya atensi apa sih simbol dan makna kita sama Indonesia dari Sabang sampai Merauke," ungkapnya.

Aulia mengaku, ia bersama timnya sangat merasa terhormat bisa membuat logo Pohot Hayat karena menjadi pengalaman yang sangat berharga. "Dari dulu saya sangat berharap desain grafis Indonesia bisa mengiringi pemerintah dalam menciptakan kualitas desain grafis Indonesia di tatar global," ujarnya.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)