LANGIT7.ID-, Mekkah - - Wali Kota London,
Sadiq Khan telah menunaikan
ibadah haji di tahun ini. Khan membagikan sejumlah foto dirinya saat berada di Kakbah. Ia pun mengungkapkan rasa syukur karena dapat menjalankan
rukun Islam kelima itu.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial, Khan menyatakan bahwa dirinya merasa terhormat dan diberkahi karena mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Baca juga: Wali Kota London Sadiq Khan Sebut Donald Trump Rasis dan Islamofobia, Reaksi Atas Pidatonya di PBB“Haji merupakan perjalanan yang sangat mengubah
kehidupan, melambangkan kesetaraan, persatuan, dan
kemanusiaan kita bersama,” tulisnya, dikutip Sabtu (30/5/2026).
Khan menjelaskan bahwa berdiri dalam keadaan ihram bersama jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia menjadi pengingat yang indah bahwa seluruh manusia setara di hadapan Allah SWT.
Menurutnya, esensi ibadah haji mencerminkan kerendahan hati, pengampunan, serta kelahiran kembali melalui upaya memperbaiki diri.
Ia juga menekankan bahwa haji bukan hanya tentang rangkaian ritual fisik yang dijalankan di tengah suhu gurun yang panas, tetapi juga perjalanan spiritual yang memberikan kesempatan sekali seumur hidup untuk merenungkan dan memperdalam keimanan.
“Saya tentu akan mengingat semua mereka yang membutuhkan di London maupun di seluruh dunia dalam doa dan munajat saya,” ujarnya.
Sadiq Khan, 55 tahun, lahir di London dari keluarga keturunan Pakistan. Ia merupakan
wali kota Muslim pertama dalam sejarah London. Khan telah menjabat sejak tahun 2016.
Baca juga: Presiden Pantai Gading Berbaring di Tanah Suci, Tolak Fasilitas Mewah dan Pengawal, Benar Benar Pejabat Yang LangkaSebelumnya, pada tahun 2022, ia juga pernah mengunjungi Mekkah untuk menunaikan umrah..
Pelaksanaan haji tahun 2026 berlangsung di tengah situasi geopolitik yang masih belum stabil di kawasan Timur Tengah.
Otoritas Arab Saudi, pada Senin lalu, melaporkan bahwa sekitar 1,5 juta jamaah dari luar negeri telah tiba di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 11.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun masih terdapat kekhawatiran mengenai kemungkinan kembali memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
(est)