Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 08 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengenal Walimatussafar Haji, Tradisi yang Digelar Ivan Gunawan Sebelum ke Baitullah

esti setiyowati Jum'at, 23 Mei 2025 - 12:58 WIB
Mengenal Walimatussafar Haji, Tradisi yang Digelar Ivan Gunawan Sebelum ke Baitullah
Ivan Gunawan menggelar acara walimatussafar haji sebelum keberangkatan ke Baitullah. Foto: Instagram/ivangunawan.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Desainer dan presenter kondang, Ivan Gunawan menggelar acara walimatussafar di Grand Mahakam, Jakarta.

Acara ini diadakan jelang keberangkatan Ivan Gunawan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Hal ini diketahui melalui unggahan video pendakwah muda, Ustaz Irfan Rizki Haas.

Baca juga: Anjuran dan Larangan saat Jamuan Walimatus Safar

"Walimatussafar Haji Kak @ivan_gunawan di Grand Mahakam Jakarta," demikian keterangan unggahan dari Instagram Ustaz Irfan Rizki, @irfanrizkihaas, dilihat Jumat (23/5/2025).

Lalu, apa itu walimatussafar haji?

Walimatussafar berasal dari akar kata walimah yang bermakna jamuan atau pesta dan safar yang berarti perjalanan.

Dalam buku "Panduan Muslim Sehari-hari" oleh KH M. Hamdan Rasyi dan Saiful Hadi El-Sutha, dijelaskan bahwa walimatus safar adalah tradisi yang diadakan seseorang, yang akan menunaikan ibadah haji, sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Umumnya walimatussafar disi dengan ceramah atau taushiyah sebagai bekal calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Tujuan Walimatus Safar

Buku "Dakwah Cerdas: Ramadhan, Idul Fitri, Walimatul Hajj, dan Idul Adha" oleh Udji Aisyah menjelaskan tujuan dari walimatussafar.

Adapun tujuan dari walimatul safar atau walimatussafar yaitu, pertama mendoakan keselamatan bagi orang yang akan naik haji dan keluarga yang ditinggal ke Tanah Suci.

Kedua, walimatul safar bisa menjadi momen strategis untuk berdakwah dalam menyampaikan hal-hal baik dan mencegah hal yang buruk, yang tentunya dikaitkan dengan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima.

Ketiga, acara ini juga sebagai ajang meminta maaf secara terbuka sebagai upaya membersihkan hati sebelum menunaikan ibadah haji.

Lantas, apa hukum walimatussafar bagi calon jamaah haji?

Baca juga: Walimatus Safar Boleh Dilakukan, Asal tak Berlebihan

Mengutip laman NU Online, adat mengantarkan ataupun memberikan selamat kepada orang yang hendak bepergian haji sudah berlaku di zamannya Nabi Muhammad SAW, di tempat yang bernama Tsaniyyatul Wada', sebagaimana keterangan Imam Nawawi:

وَأَمَّا ثَنِيَّةُ الْوَدَاعِ، فَهِيَ عِندَ الْمَدِينَةِ، سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لِأَنَّ الْخَارِجَ مِنَ الْمَدِينَةِ يَمْشِي مَعَهُ الْمُوَدِّعُونَ إِلَيْهَا

Artinya: “Adapun Tsaniyyatul Wada', maka ia berada di dekat Madinah. Dinamai demikian karena orang yang keluar dari Madinah diiringi oleh para pengantar sampai ke sana.” (Syarah An-Nawawi 'alal Muslim, juz 13 halaman 14).

Bila dikaitkan dengan tradisi walimatul hajj yang umum diadakan di Indonesia, Syekh Abdullah Al-Faqih telah menjelaskan dalam kitab Fatawa Asy-Syabakah Al-Islamiyyah No. 47017 sebagai berikut:

فَعَمَلُ الْحَاجِّ وَلِيمَةً لِعَائِلَتِهِ وَأَحِبَّائِهِ قَبْلَ ذَهَابِهِ لِلْحَجِّ وَبَعْدَ رُجُوعِهِ مِنْهُ شَيْءٌ حَسَنٌ وَعَادَةٌ طَيِّبَةٌ، لِأَنَّ فِي ذَلِكَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَهُوَ مُرَغَّبٌ فِيهِ، وَفِيهِ دَعْوَةٌ لِلْأُلْفَةِ وَالْمَحَبَّةِ. قَالَ الإِمَامُ النَّوَوِيُّ رَحِمَهُ اللهُ فِي "الْمَجْمُوعِ": يُسْتَحَبُّ النَّقِيعَةُ، وَهِيَ طَعَامٌ يُعْمَلُ لِقُدُومِ الْمُسَافِرِ، وَيُطْلَقُ عَلَى مَا يَعْمَلُهُ الْمُسَافِرُ الْقَادِمُ، وَعَلَى مَا يَعْمَلُهُ غَيْرُهُ لَهُ. وَلَكِنْ نُنَبِّهُ إِلَى أَنَّهُ يَنْبَغِي أَلَّا يَكُونَ فِي ذَلِكَ إِسْرَافٌ أَوْ مَشَقَّةٌ وَحَرَجٌ عَلَى الْحَاجِّ.

Artinya: “Mengadakan jamuan oleh seorang yang hendak berhaji bagi keluarganya dan orang-orang tercinta sebelum keberangkatannya haji dan setelah kepulangannya adalah sesuatu yang baik dan merupakan kebiasaan yang terpuji. Karena di dalamnya terdapat kegiatan memberi makan, yang dianjurkan dalam Islam, serta menjadi ajakan kepada rasa keakraban dan kasih sayang.”

Baca juga: Amphuri Imbau Calon Jamaah Haji Tak Gelar Walimatus Safar Jelang Keberangkatan

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata dalam Al-Majmu':

"Disunnahkan mengadakan 'naqī‘ah', yaitu makanan yang disiapkan untuk menyambut kedatangan seorang musafir. Istilah ini mencakup makanan yang disediakan oleh musafir yang baru datang maupun yang disiapkan oleh orang lain untuknya."

Namun perlu diingat bahwa hendaknya hal tersebut tidak mengandung unsur berlebih-lebihan, menyulitkan, atau memberatkan sang haji.

Artinya, walimatus safar atau selamatan sebelum haji hukumnya sunah dan dapat disamakan dengan naqi’ah. Terlebih lagi, substansi acaranya tidak melenceng sedikit pun dari syariat Islam.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 08 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)