Paris Diinvasi Tikus, Wali Kota Minta Warga Hidup Berdampingan
Esti setiyowati
Senin, 19 Juni 2023 - 21:26 WIB
Paris diinvasi tikus, wali kota minta warga hidup berdampingan
Paris kini tak lagi romantis. Pasalnya kota dengan julukan "City of Love" ini kini menjadi tempat bagi hewan pengerat, tikus, berkembang biak.
Saat ini diperkirakan ada sekitar enam juta tikus yang hidup di Paris. Angka populasi itu melebihi jumlah manusia di Paris dengan rasio 3:1.
Lonjakan populasi tikus diperparah setelah terjadinya protes besar-besaran soal reformasi pensiun pada Maret lalu. Sampah-sampah menumpuk akibat unjuk rasa yang berlangsung selama berhari-hari.
Baca juga:Paris Dipenuhi Tikus, Begini Islam Memandang Hewan Mamalia
Mengambil sikap atas lonjakan populasi tikus, Pemerintah Kota Paris mempertimbangkan warganya untuk dapat hidup berdampingan dengan hewan pengerat yang populasinya kini tengah mengalami lonjakan.
Menurut Wakil Wali Kota Bidang Kesehatan, Anne Souyris, seperti dikutip dari RT, Kota Paris akan melakukan pendekatan berbeda dalam mengatasi keberadaan hewan pengerat itu dari pada membasminya.
"Dengan arahan dari Wali Kota, kami memutuskan akan membentuk komite untuk masalah kohabitasi." kata Souyris, melansir RT, Sabtu (17/6/2023).
Saat ini diperkirakan ada sekitar enam juta tikus yang hidup di Paris. Angka populasi itu melebihi jumlah manusia di Paris dengan rasio 3:1.
Lonjakan populasi tikus diperparah setelah terjadinya protes besar-besaran soal reformasi pensiun pada Maret lalu. Sampah-sampah menumpuk akibat unjuk rasa yang berlangsung selama berhari-hari.
Baca juga:Paris Dipenuhi Tikus, Begini Islam Memandang Hewan Mamalia
Mengambil sikap atas lonjakan populasi tikus, Pemerintah Kota Paris mempertimbangkan warganya untuk dapat hidup berdampingan dengan hewan pengerat yang populasinya kini tengah mengalami lonjakan.
Menurut Wakil Wali Kota Bidang Kesehatan, Anne Souyris, seperti dikutip dari RT, Kota Paris akan melakukan pendekatan berbeda dalam mengatasi keberadaan hewan pengerat itu dari pada membasminya.
"Dengan arahan dari Wali Kota, kami memutuskan akan membentuk komite untuk masalah kohabitasi." kata Souyris, melansir RT, Sabtu (17/6/2023).