Gelar Haji Bukan Kebanggaan, Ibadah dan Kerendahan Hati yang Utama
Tim langit 7
Senin, 03 Juli 2023 - 19:00 WIB
Gelar haji bukanlah kebanggaan, ibadah dan kerendahan hati adalah yang utama.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), menegaskan, gelar haji bukan gelar yang patut dibanggakan. Hal utama bagi seorang jamaah haji setelah pulang ke Tanah Air adalah ibadah dan kerendahan hati.
Buya Yahya menyinggung ketika seseorang yang telah menunaikan haji tidak dipanggil dengan sebutan “Pak Haji”. Menurut dia, hal tersebut bukanlah alasan untuk merasa marah atau tidak dihargai.
“Ini adalah kesempatan untuk mempertahankan rasa hormat dan kerendahan hati kita,” kata Buya Yahya dalam tausiahnya, Senin (3/7/2023).
Baca juga:Suka Duka Tim Safari Wukuh Lansia: Rela Memandikan dan Mengganti Pampers Jemaah
Hal terpenting bukanlah gelar “Haji” itu sendiri, melainkan ibadah dan pengabdian kita pada Allah. Dia berpesan, “Gelar hanyalah sebuah label, dan tidak seharusnya menjadi sumber kebanggaan berlebihan atau kesombongan.”
Kendati begitu, sebagai masyarakat muslim sambutan yang baik terhadap jamaah haji bukan hanya menunjukkan rasa hormat, tetapi juga menunjukkan kerendahan hati dan pengekangan diri dari rasa iri atau sombong. Semua ini, menurut Buya Yahya, merupakan bagian integral dari penunaian ibadah haji itu sendiri.
Menyambut orang yang baru kembali dari ibadah haji sebaiknya dilakukan dengan penuh hormat dan kegembiraan. Buya Yahya menekankan pentingnya menghormati dan menjaga perasaan orang lain, sekaligus menjaga kerendahan hati kita sendiri.
Buya Yahya menyinggung ketika seseorang yang telah menunaikan haji tidak dipanggil dengan sebutan “Pak Haji”. Menurut dia, hal tersebut bukanlah alasan untuk merasa marah atau tidak dihargai.
“Ini adalah kesempatan untuk mempertahankan rasa hormat dan kerendahan hati kita,” kata Buya Yahya dalam tausiahnya, Senin (3/7/2023).
Baca juga:Suka Duka Tim Safari Wukuh Lansia: Rela Memandikan dan Mengganti Pampers Jemaah
Hal terpenting bukanlah gelar “Haji” itu sendiri, melainkan ibadah dan pengabdian kita pada Allah. Dia berpesan, “Gelar hanyalah sebuah label, dan tidak seharusnya menjadi sumber kebanggaan berlebihan atau kesombongan.”
Kendati begitu, sebagai masyarakat muslim sambutan yang baik terhadap jamaah haji bukan hanya menunjukkan rasa hormat, tetapi juga menunjukkan kerendahan hati dan pengekangan diri dari rasa iri atau sombong. Semua ini, menurut Buya Yahya, merupakan bagian integral dari penunaian ibadah haji itu sendiri.
Menyambut orang yang baru kembali dari ibadah haji sebaiknya dilakukan dengan penuh hormat dan kegembiraan. Buya Yahya menekankan pentingnya menghormati dan menjaga perasaan orang lain, sekaligus menjaga kerendahan hati kita sendiri.