Sepuluh Karakteristik Kepemimpinan Ibrahim AS
Imam Shamsi Ali
Sabtu, 08 Juli 2023 - 16:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Sebagaimana biasanya kunjungan saya ke Indonesia selalu padat dengan undangan ceramah, seminar dll. Seringkali yang ingin didengarkan oleh masyarakat Indonesia dari saya lebih kepada bagaimana Islam dan perkembangannya di Amerika Serikat dan dunia internasional secara umum
Namun kali ini agak berbeda. Dalam beberapa hari terakhir saya berada di Indonesia saya justeru sering diminta menyampaikan ceramah tentang kepemimpinan dalam Islam. Mungkin juga karena sebuah kebutuhan khusus. Apalagi dalam konteks memasuki musim politik di Indonesia. Dan lebih khusus lagi menjelang pilpres maupun pileg yang sudah mulai memanas.
Dalam menyampaikan materi kepemimpinan dalam Islam tentu saya ingin ada konteks tertentu. Karenanya, ceramah-ceramah saya tidak lepas dari konteks keumatan hari-hari terakhir. Salah satunya yang terpenting adalah perayaan Idul Adha. Dan lebih khusus lagi relevansinya kepada figur di balik dari Idul Adha atau Korban; Ibrahim alaihis salam.
Dan karenanya saya mengambil hikmah-hikmah kepemimpinan dari perjalan sejarah panjang hidup dan perjuangan Ibrahim AS. Bahwa semua rentetan perjalanan sejarah hidup dan perjuangannya mengandung nilai-nilai yang sarat dengan kepemimpinan.
Berikut sepuluh karakteristik dasar kepemimpinan Ibrahim AS:
Satu, kepemimpinan Ibrahim itu terbangun di atas prinsip yang kokoh. Kepemimpinan yang tidak mudah goyah dan terwarnai oleh rongrongan dan pengaruh apapun. Tapi kokoh dalam memegang prinsip-prinsip dasar dan nilai (value) yang diyakininya.
Hal tersebut tersimpulkan dari sikap Ibrahim AS terhadap kesyirikan pada masanya. Beliau terlahir di tengah masyarakat musyrik, bahkan ayahnya adalah pembuat patung, tapi beliau kokoh memegang prinsip. Tidak terpengaruh dan hanyut dalam kesyirikan masa itu.
Namun kali ini agak berbeda. Dalam beberapa hari terakhir saya berada di Indonesia saya justeru sering diminta menyampaikan ceramah tentang kepemimpinan dalam Islam. Mungkin juga karena sebuah kebutuhan khusus. Apalagi dalam konteks memasuki musim politik di Indonesia. Dan lebih khusus lagi menjelang pilpres maupun pileg yang sudah mulai memanas.
Dalam menyampaikan materi kepemimpinan dalam Islam tentu saya ingin ada konteks tertentu. Karenanya, ceramah-ceramah saya tidak lepas dari konteks keumatan hari-hari terakhir. Salah satunya yang terpenting adalah perayaan Idul Adha. Dan lebih khusus lagi relevansinya kepada figur di balik dari Idul Adha atau Korban; Ibrahim alaihis salam.
Dan karenanya saya mengambil hikmah-hikmah kepemimpinan dari perjalan sejarah panjang hidup dan perjuangan Ibrahim AS. Bahwa semua rentetan perjalanan sejarah hidup dan perjuangannya mengandung nilai-nilai yang sarat dengan kepemimpinan.
Berikut sepuluh karakteristik dasar kepemimpinan Ibrahim AS:
Satu, kepemimpinan Ibrahim itu terbangun di atas prinsip yang kokoh. Kepemimpinan yang tidak mudah goyah dan terwarnai oleh rongrongan dan pengaruh apapun. Tapi kokoh dalam memegang prinsip-prinsip dasar dan nilai (value) yang diyakininya.
Hal tersebut tersimpulkan dari sikap Ibrahim AS terhadap kesyirikan pada masanya. Beliau terlahir di tengah masyarakat musyrik, bahkan ayahnya adalah pembuat patung, tapi beliau kokoh memegang prinsip. Tidak terpengaruh dan hanyut dalam kesyirikan masa itu.