Universitas Balikpapan Go International!
Tim langit 7
Kamis, 13 Juli 2023 - 07:31 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Kegiatan terakhir selama kunjungan sehari saya ke Balikpapan adalah bersilaturrahim dengan Rektor Universitas Balikpapan (Uniba). Kunjungan ini merupakan realisasi dari keinginan Rektor Uniba, Dr. Isradi Zainal, untuk menghadirkan saya di kampusnya.
Kebetulan kami telah cukup lama saling mengenal walau hanya sebatas virtual. Beliau adalah salah seorang putra Bukukumba yang merantau dan sukses di Kalimantan.
Universitas Balikpapan berada di sebuah perbukitan yang indah. Kampusnya yang mungil mengekspresikan profesionalisme dan optimisme masa depan bangsa dan Umat. Dunia pendidikan menjadi tolak ukur dan pilar kebangkitan sebuah bangsa dan Umat.
Kehadiran saya di Uniba sejatinya hanya silaturrahim biasa. Tidak untuk tujuan formal ceramah, kuliah umum atau seminar misalnya. Saya memang hanya ingin bersilaturahim dengan pimpinan universalitas, khususnya dengan Rektornya yang saya anggap teman dekat. Rupanya kesempatan itu tidak disia-siakan oleh pihak tuan rumah.
Baca juga:Esensi Hijrah Itu Perubahan
Pertama kami, saya dan Panglimata (Mayjen Andi Muhammad Mappanyuki), disambut dengan penyambutan yang luar biasa. Jajaran pimpinan perguruan tinggi itu hadir untuk menyambut dan beramah ramah. Bahkan di selah-selah penyambutan di ruang rektorat itu sekaligus dilangsungkan podcast.
Selain Rektor dan Panglimata, saya Juga diminta memberikan sepatah kata di podcast itu. Selain menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penerimaan Uniba, saya sekaligus mengingatkan bahwa dunia kita saat ini tidak bisa lagi dipungkiri adalah dunia global.
Kebetulan kami telah cukup lama saling mengenal walau hanya sebatas virtual. Beliau adalah salah seorang putra Bukukumba yang merantau dan sukses di Kalimantan.
Universitas Balikpapan berada di sebuah perbukitan yang indah. Kampusnya yang mungil mengekspresikan profesionalisme dan optimisme masa depan bangsa dan Umat. Dunia pendidikan menjadi tolak ukur dan pilar kebangkitan sebuah bangsa dan Umat.
Kehadiran saya di Uniba sejatinya hanya silaturrahim biasa. Tidak untuk tujuan formal ceramah, kuliah umum atau seminar misalnya. Saya memang hanya ingin bersilaturahim dengan pimpinan universalitas, khususnya dengan Rektornya yang saya anggap teman dekat. Rupanya kesempatan itu tidak disia-siakan oleh pihak tuan rumah.
Baca juga:Esensi Hijrah Itu Perubahan
Pertama kami, saya dan Panglimata (Mayjen Andi Muhammad Mappanyuki), disambut dengan penyambutan yang luar biasa. Jajaran pimpinan perguruan tinggi itu hadir untuk menyambut dan beramah ramah. Bahkan di selah-selah penyambutan di ruang rektorat itu sekaligus dilangsungkan podcast.
Selain Rektor dan Panglimata, saya Juga diminta memberikan sepatah kata di podcast itu. Selain menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penerimaan Uniba, saya sekaligus mengingatkan bahwa dunia kita saat ini tidak bisa lagi dipungkiri adalah dunia global.