home global news

Pentingnya Panen Air, Cara Adaptasi dengan Anomali Iklim

Sabtu, 15 Juli 2023 - 15:00 WIB
Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) BRIN, Nani Heryani
Metode panen air merupakan salah satu cara untuk terus menjaga ketersediaan air. Umat manusia tengah menghadapi perubahan iklim. Panen air bisa menjadi salah satu upaya adaptasi terhadap anomali iklim.

Air yang dipanen saat musim penghujan dengan metode tampung dan upaya konservasi air lainnya, diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air. Selain itu, untuk meningkatkan produktivitas lahan kering di bidang pertanian, dan mengubah orientasi tenaga kerja menjadi orientasi teknologi.

Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) BRIN, Nani Heryani, mengungkapkan, Indonesia mempunya curah hujan tinggi, dengan variasi di beberapa daerah yang memiliki curah hujan rendah.

"Kondisi ini yang menyebabkan kita harus memanen air, karena diprediksi beberapa daerah di Indonesia akan mengalami defisit air. Khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," kata Nani dalam webinar PRLSDA seri 33, dikutip Sabtu (15/7/2023).

Baca juga:Cara Keluar dari Masalah dalam Islam: Berpegang Al Quran dan Sunnah

Doktor lulusan Institut Pertanian Bogor ini menambahkan, prinsipnya terdapat dua pendekatan dan strategi umum untuk panen air. Pertama, pemanfaatan dan optimalisasi air permukaan dengan beberapa cara, seperti membuat embung atau waduk mikro, dam parit atau bendungan kecil, dan long storage atau tampungan air memanjang.

Cara kedua, dengan pemanfaatan curah hujan yang ditampung dalam bak penampung. Bak tersebut digunakan untuk keperluan domestik atau rumah tangga. Desain penentuan jenis infrastruktur panen air untuk keperluan irigasi, tergantung karakteristik sumber airnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
air perubahan iklim jaga kelestarian alam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya