KH Deden Sebut Generasi Pembebas Baitul Maqdis Lahir dari Doa
Muhajirin
Senin, 17 Juli 2023 - 20:00 WIB
Pendiri Indonesia Murojaah, KH Deden Makhyaruddin
Pendiri Indonesia Murojaah, KH Deden Makhyaruddin, menilai, Baitul Maqdis sudah dipersiapkan sejak awal dalam Al-Qur'an untuk menyambut peradaban Islam. Ada tiga surah berurutan yang turun di Makkah dalam Al-Qur'an yang mengindikasikan hal itu yakni Surah Al-Isra', Surah Al-Kahfi, dan Surah Maryam.
"Ada tiga surah yang berurut di dalam mushaf yakni Surah Al-Isra, Suah Al-Kahfi, dan Surah Maryam. Kalau berdasarkan Asbabun Nuzul, maka yang pertama Surah Maryam, Kemudian Surah Al-Isra, lalu Surah Al-Kahfi," ujar KH Deden alam kajian Parenting Baitul Maqdis yang digelar Spirit of Aqsa (SoA) di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (16/7/2023).
Berdasarkan ilmu nuzulul Qur'an, tiga surah tersebut turun di Mekkah. Artinya, tiga surah tersebut dipersiapkan sejak awal untuk dihafalkan dan dibacakan untuk menyambut peradaban Islam. Umat Islam sudah memiliki motivasi tinggi sebelum membangun peradaban Islam di Madinah.
Baca juga:Presiden Jokowi Lantik Budi Arie Setiadi Jadi Menkominfo
"Surah-surah ini masuk dalam kategori Makkiyah, berarti memang tiga surah ini dipersiapkan untuk dihafalkan sejak awal, dipersiapkan sejak awal, dan dibacakan sejak awal untuk menyambut peradaban Islam. Ini sebelum di Madinah," kata KH Deden.
Dalam surah itu pula Allah SWT sudah memberikan kisi-kisi orang yang bisa membebaskan Baitul Maqdis. Para orang terpilih itu adalah orang-orang yang berhasil mencapai derajat "Abdahu". Kata Abdahu selalu diletakkan di awal surah dari ketiga surah tersebut.
"Kalau kita berbicara pendidikan anak di Baitul Maqdis itu, jadi dilatih untuk apa? Kalau kita lihat, anak dilatih untuk siap mati. Misalnya dalam Surah Maryam tentang Nabi Yahya," ujar KH Deden.
"Ada tiga surah yang berurut di dalam mushaf yakni Surah Al-Isra, Suah Al-Kahfi, dan Surah Maryam. Kalau berdasarkan Asbabun Nuzul, maka yang pertama Surah Maryam, Kemudian Surah Al-Isra, lalu Surah Al-Kahfi," ujar KH Deden alam kajian Parenting Baitul Maqdis yang digelar Spirit of Aqsa (SoA) di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (16/7/2023).
Berdasarkan ilmu nuzulul Qur'an, tiga surah tersebut turun di Mekkah. Artinya, tiga surah tersebut dipersiapkan sejak awal untuk dihafalkan dan dibacakan untuk menyambut peradaban Islam. Umat Islam sudah memiliki motivasi tinggi sebelum membangun peradaban Islam di Madinah.
Baca juga:Presiden Jokowi Lantik Budi Arie Setiadi Jadi Menkominfo
"Surah-surah ini masuk dalam kategori Makkiyah, berarti memang tiga surah ini dipersiapkan untuk dihafalkan sejak awal, dipersiapkan sejak awal, dan dibacakan sejak awal untuk menyambut peradaban Islam. Ini sebelum di Madinah," kata KH Deden.
Dalam surah itu pula Allah SWT sudah memberikan kisi-kisi orang yang bisa membebaskan Baitul Maqdis. Para orang terpilih itu adalah orang-orang yang berhasil mencapai derajat "Abdahu". Kata Abdahu selalu diletakkan di awal surah dari ketiga surah tersebut.
"Kalau kita berbicara pendidikan anak di Baitul Maqdis itu, jadi dilatih untuk apa? Kalau kita lihat, anak dilatih untuk siap mati. Misalnya dalam Surah Maryam tentang Nabi Yahya," ujar KH Deden.