home global news

Didaulat Jadi Wakil Presiden Sidang Parlemen OKI

Selasa, 18 Juli 2023 - 17:44 WIB
Foto: istimewa
Abidjan, 18/7/2023- Delegasi Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR menghadiri sidang Executive Committee of ParliamentaryUnion of the OIC Member States (Dewan Eksekutif Organisasi Parlemen Negara-negara OKI) di Abidjan, Pantai Gading, 17-18 Juli 2023. Pada pertemuan Executive Committee ini Ketua Delegasi DPR, Fadli Zon, didaulat sebagai Wakil Presiden mewakili Grup Asia. Anggota Delegasi BKSAP adalah Mulan Jameela dan Arzeti Bilbina.

Ragam hal strategis diutarakan Delegasi DPR saat pertemuan berlangsung. “Kita menyoroti urgensi implementasi resolusi-resolusi strategis yang telah diadopsi PUIC, antara lain menyangkut Palestina, kerja sama perdagangan multilateral antarnegara OKI, dan persoalan Islamophobia,” kata Fadli. Kami mendesak PUIC agar segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk melindungi rakyat Palestina dari kejahatan berulang-ulang dan tanpa sanksi apapun yang dilakukan pasukan Israel. Kebrutalan Israel semakin menjadi-jadi.

“Kami juga mengajak insan parlemen OKI untuk mendorong pemerintah masing-masing agar mendukung penuh Palestina dalam upaya mencapai keanggotaan penuh di PBB,” kata politisi Gerindra tersebut.

Masih masalah Palestina, Fadli yang juga Wakil Presiden the League of Parliamentarians for Al Quds itu mengingatkan bahaya ‘yahudisasi’ Yerusalem terutama Komplek Suci Masjid Al-Aqsa. “Sebagai upaya melawan ‘yahudisasi,’ Parlemen OKI harus memastikan dukungan keuangan untuk melindungi rakyat Palestina di Yerusalem dan kesuciannya khususnya Al-Haram Al-Sharif. Kita harus memastikan terlaksananya dukungan dan pengembangan program pemberdayaan ekonomi bagi rakyat Palestina,” ujar dia menegaskan.



Pada sisi lain, Fadli menyinggung peran penting kontribusi parlemen OKI dalam menguatkan implementasi mekanisme Sistem Preferensi Perdagangan (Trade Preferential System) antara Negara Anggota OKI.

Fadli juga menyoroti soal penodaaan Al-Qur’an yang kembali mencuat. “Kita menyarankan negara-negara Islam terus membangun dan menguatkan saling pengertian dan mewujudkan kerjasama yang lebih konkrit dengan negara-negara nonmuslim di bidang agama, budaya dan peradaban. Kita menegaskan bahwa strategi tersebut ke depan dapat mencegah penodaan Al-Qur'an atau penodaan simbol suci Islam lainnya,” terang dia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
anggota dpr bksap fadli zon mulan jameela arzeti bilbina
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya