Shalawat Asyghil di Kongres Budaya MUI, Menko PMK: Jangan Dikira Orang Muhammadiyah Tak Bisa Shalawat
Tim langit 7
Rabu, 26 Juli 2023 - 22:30 WIB
Menko PMk, Prof Muhadjir Effendy memimpin shalawat asyghil dalam Kongres Budaya Islam Indonesia MUI 2023 di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (26/7/2023).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prof Muhadjir Effendy memimpin shalawat asyghil dalam Kongres Budaya Islam Indonesia MUI 2023 di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (26/7/2023).
“Saya tidak bisa berpantun, karena ini pertemuan MUI, saya mau mengajak shalawatan saja, shalawat asyghil. Saya kira dalam kondisi sekarang ini maknanya dalam betul, semua bisa kan shalawat asyghil, jangan dikira kalau Muhammadiyah tidak bisa shalawat, ” ungkap Prof Muhadjir, Rabu (26/07/2023) disambut gemuruh hadirin.
“Allahumma sholli ‘ala sayidina Muhammad, wa asghyli dholimin bi dholimin, ayo, ” ajaknya selanjutnya.
“Wa akhrijna min bainihim saalimin, wa ‘ala aalihi wa sohbihi ajma’in, ” pungkasnya.
Semua peserta pun menirukan apa yang dilafalkan Prof Muhadjir tersebut. Momen tersebut terbilang unik karena latar belakang Prof Muhadjir yang Muhammadiyah membacakan shalawat asyghil yang kerap dibacakan kalangan NU.
Saking kagetnya para hadirin, pianis sampai terlambat mengiringi lantunan sholawat Asghyl Menko PMK. Menko ingin mencontohkan bahwa shalawat asyghil tersebut termasuk hal yang membudaya di kalangan umat Islam.
Meskipun menjadi pentolan Muhammadiyah, Prof Muhadjir merupakan sosok yang terbuka dengan amalan NU. Pada saat menjenguk Prof Bachtiar Effendy yang sedang sakit, beliau bahkan pernah membacakan surat yasin di samping almarhum sahabatnya itu.
“Saya tidak bisa berpantun, karena ini pertemuan MUI, saya mau mengajak shalawatan saja, shalawat asyghil. Saya kira dalam kondisi sekarang ini maknanya dalam betul, semua bisa kan shalawat asyghil, jangan dikira kalau Muhammadiyah tidak bisa shalawat, ” ungkap Prof Muhadjir, Rabu (26/07/2023) disambut gemuruh hadirin.
“Allahumma sholli ‘ala sayidina Muhammad, wa asghyli dholimin bi dholimin, ayo, ” ajaknya selanjutnya.
“Wa akhrijna min bainihim saalimin, wa ‘ala aalihi wa sohbihi ajma’in, ” pungkasnya.
Semua peserta pun menirukan apa yang dilafalkan Prof Muhadjir tersebut. Momen tersebut terbilang unik karena latar belakang Prof Muhadjir yang Muhammadiyah membacakan shalawat asyghil yang kerap dibacakan kalangan NU.
Saking kagetnya para hadirin, pianis sampai terlambat mengiringi lantunan sholawat Asghyl Menko PMK. Menko ingin mencontohkan bahwa shalawat asyghil tersebut termasuk hal yang membudaya di kalangan umat Islam.
Meskipun menjadi pentolan Muhammadiyah, Prof Muhadjir merupakan sosok yang terbuka dengan amalan NU. Pada saat menjenguk Prof Bachtiar Effendy yang sedang sakit, beliau bahkan pernah membacakan surat yasin di samping almarhum sahabatnya itu.