Ketua MUI: Ulama Jadikan Budaya sebagai Alat Dakwah
Muhajirin
Kamis, 27 Juli 2023 - 10:52 WIB
Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya, KH Jeje Zainuddin dan Rhoma Irama.
Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya, KH Jeje Zainuddin, menerangkan, para ulama sejak dahulu sudah menjadi budaya sebagai alat dakwah. Tak terkecuali di Indonesia. Dakwah di Nusantara bisa berkembang pesat salah satunya karena ulama memanfaatkan budaya lokal sebagai instrumen dakwah.
"Pada intinya dakwah adalah gerakan perubahan kepada kebaikan dalam segala aspek kehidupan yang dimulai dari gerakan akidah sebagai asas utama membangun peradaban manusia," kata KH Jeje dalam Kongres Budaya Umat Islam Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Rabu (26/7/2023).
Budaya menghasilkan hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat manusia. Tentu hal tersebut sangat dipengaruhi oleh apa yang diimani dan dipedomani masyarakat itu sendiri. Jika asas yang dipedomani manusia adalah akidah Islam, maka yang dihasilkan sebagai budaya dinisbatkan kepada pelakunya (muslim) atau apa yang diimani (Islam).
"Sehingga menjadi absah untuk dikatakan budaya muslim atau budaya Islam," ujar KH Jeje.
Baca juga:Menko PMK Dorong Kreasi Kebudayaan Umat Islam Lewat Peran MUI
Sebagai pewaris para nabi, para ulama adalah pemimpin spiritual dan terkadang jadi pemimpin formal masyarakat muslim. Mereka berberan sebagai interpretator atau sumber-sumber ajaran Islam, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah.
Kemudian mereka mentransformasikan sumber ajaran Islam itu ke dalam masyarakat menjadi berbagai macam unsur kebudayaan. Mulai dari sistem keyakinan, sistem ritual, sistem pendidikan, sistem ekonomi, sistem hukum, adat berpakaian, bahasa, hingga kesenian.
"Pada intinya dakwah adalah gerakan perubahan kepada kebaikan dalam segala aspek kehidupan yang dimulai dari gerakan akidah sebagai asas utama membangun peradaban manusia," kata KH Jeje dalam Kongres Budaya Umat Islam Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Rabu (26/7/2023).
Budaya menghasilkan hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat manusia. Tentu hal tersebut sangat dipengaruhi oleh apa yang diimani dan dipedomani masyarakat itu sendiri. Jika asas yang dipedomani manusia adalah akidah Islam, maka yang dihasilkan sebagai budaya dinisbatkan kepada pelakunya (muslim) atau apa yang diimani (Islam).
"Sehingga menjadi absah untuk dikatakan budaya muslim atau budaya Islam," ujar KH Jeje.
Baca juga:Menko PMK Dorong Kreasi Kebudayaan Umat Islam Lewat Peran MUI
Sebagai pewaris para nabi, para ulama adalah pemimpin spiritual dan terkadang jadi pemimpin formal masyarakat muslim. Mereka berberan sebagai interpretator atau sumber-sumber ajaran Islam, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah.
Kemudian mereka mentransformasikan sumber ajaran Islam itu ke dalam masyarakat menjadi berbagai macam unsur kebudayaan. Mulai dari sistem keyakinan, sistem ritual, sistem pendidikan, sistem ekonomi, sistem hukum, adat berpakaian, bahasa, hingga kesenian.