home edukasi & pesantren

Pakar Psikologi Keluarga Unair Beberkan Tantangan Pernikahan Beda Agama

Kamis, 27 Juli 2023 - 14:15 WIB
Pakar psikologi keluarga Unair, Prof Dr Nurul Hartini.
Isu pernikahan beda agama ramai diperbincangkan masyarakat setelah Mahkamah Agung (MA) resmi melarang semua pengadilan untuk mengabulkan pencatatan pernikahan berbeda agama dan keyakinan.

Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk Bagi Hakim dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-umat yang Berbeda Agama dan Keyakinan.

Menurut Pakar Psikologi Keluarga Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Nurul Hartini SPsi MKes Psikolog, pasangan yang menikah dengan perbedaan agama memiliki tantangan yang lebih besar daripada pasangan dengan keyakinan yang sama.

Hal itu dikarenakan perbedaan agama menjadi salah satu perbedaan yang cukup curam dalam hubungan pasangan. “Kalau kita bahas agama, itu adalah keyakinan yang memang diyakini kebenarannya. Karena setiap agama memiliki hal yang berbeda dengan apa yang diyakini. Walaupun kita sama-sama yakin bahwa tuhan itu ada,” ungkapnya, dikutip Kamis (27/7/2023).

Baca juga:Jauh Sebelum Ada SE MA, Muktamar NU 1989 Putuskan Nikah Beda Agama Tak Sah

Dengan memutuskan untuk menikah berbeda agama dan tidak ada yang mau berkorban, sebenarnya itu sudah menandakan bahwa mereka memang sulit disatukan sejak awal.

Padahal bagi sebagian orang, agama menjadi hal yang esensial dalam kehidupan mereka. Akhirnya, bukan tidak mungkin kedepan akan banyak permasalahan yang timbul akibat perbedaan itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pernikahan psikolog kawin beda agama unair
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya