Operasi Bukan Satu-satunya Jalan Atasi Kasus Saraf Terjepit
Ahmad zuhdi
Senin, 30 Agustus 2021 - 06:23 WIB
Ilustrasi sakit pinggang dan potensi saraf terjepit. Foto: Langit7.id/iStock
Tidak semua penderita diagnosis saraf terjepit harus menjalani operasi atau pembedahan. Hal tersebut disampaikan langsung Dokter spesialis orthopedi dan traumatologi dari Universitas Indonesia (UI) dr Asrafi Rizki Gatam Sp.OT (K-Spine) dan dr Omar Lutfi Sp.OT.
Ada sejumlah prosedur yang biasanya akan dilalui pasien, antara lain mengatasi rasa nyeri melalui obat-obatan seperti penghilang rasa sakit (pain killer), anti-inflamasi, relaksan otot dan vitamin neurotropik untuk memberikan nutrisi pada saraf. Selain itu, ada juga program rehabilitasi yang diberikan dokter spesialis rehab medik untuk meredakan sakit sekaligus memperkuat otot-otot punggung.
Baca Juga:Asyik dan Stylish, Gaya Selebritas Berhijab Saat Gowes
"Dilihat pasien per pasien, karena tidak semua perlu operasi," kata Asrafi dalam sebuah webinar kesehatan mengenai tulang belakang, Ahad (30/8/2021).
Sementara, menurut dr Omar terkadang kedua upaya tersebut tidak selalu menyelesaikan masalah. Sehingga diperlukan tindakan manajemen intervensi nyeri (IPM) yang minimal invasif atau meminimalkan luka sayatan seperti radiofrekuensi ablasi (RFA) dan memberikan laser pada bantalan sendi yang mengalami kerusakan.
"Ini kelanjutan program yang lebih advance dari pemberian obat-obatan dan rehabilitasi, meskipun semua itu sebetulnya suatu kesatuan yang memang harus dikerjakan pada pasien," tutur Omar.
Saraf terjepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) tak terjadi secara instan. Melainkan melalui proses perlahan yang umumnya diawali sakit pinggang akibat robekan di ligamen atau bantalan tulang belakang. Lambat laun ada komponen bantalan yang keluar dari posisinya sehingga menjepit bantalan.
Ada sejumlah prosedur yang biasanya akan dilalui pasien, antara lain mengatasi rasa nyeri melalui obat-obatan seperti penghilang rasa sakit (pain killer), anti-inflamasi, relaksan otot dan vitamin neurotropik untuk memberikan nutrisi pada saraf. Selain itu, ada juga program rehabilitasi yang diberikan dokter spesialis rehab medik untuk meredakan sakit sekaligus memperkuat otot-otot punggung.
Baca Juga:Asyik dan Stylish, Gaya Selebritas Berhijab Saat Gowes
"Dilihat pasien per pasien, karena tidak semua perlu operasi," kata Asrafi dalam sebuah webinar kesehatan mengenai tulang belakang, Ahad (30/8/2021).
Sementara, menurut dr Omar terkadang kedua upaya tersebut tidak selalu menyelesaikan masalah. Sehingga diperlukan tindakan manajemen intervensi nyeri (IPM) yang minimal invasif atau meminimalkan luka sayatan seperti radiofrekuensi ablasi (RFA) dan memberikan laser pada bantalan sendi yang mengalami kerusakan.
"Ini kelanjutan program yang lebih advance dari pemberian obat-obatan dan rehabilitasi, meskipun semua itu sebetulnya suatu kesatuan yang memang harus dikerjakan pada pasien," tutur Omar.
Saraf terjepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) tak terjadi secara instan. Melainkan melalui proses perlahan yang umumnya diawali sakit pinggang akibat robekan di ligamen atau bantalan tulang belakang. Lambat laun ada komponen bantalan yang keluar dari posisinya sehingga menjepit bantalan.