Tips Hilangkan Kebiasaan Menghujat Orang Lain
Muhajirin
Sabtu, 29 Juli 2023 - 22:46 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya).
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul ma'arif, menyebutkan dua langkah agar supaya bisa menghilangkan kebiasaan menghujat orang lain. Menghujat merupakan perbuatan yang dilarang dan bisa menjadi kebiasaan. Namun, kebiasaan bisa diubah.
Cara menghilangkan kebiasaan menghujat yang pertama adalah sadar. Menurut Buya Yahya, orang tersebut harus sadar telah melakukan hal buruk yaitu menghujat orang lain. Sadar akan kesalahan akan mendorong untuk seseorang untuk memperbaiki diri.
“Bagus bagi anda yang sadar dengan perbuatan menghujat ini adalah kesalahan, yang repot tuh kalau nggak sadar-sadar,” jelasnya dikutip dari YouTube Buya Yahya, Sabtu (29/7/2023).
Jika seseorang sudah sadar dengan tindakan buruknya menghujat maka tinggal ke langkah selanjutnya. Langkah kedua yakni mengubah kosakata kotor menjadi tutur kata yang indah. Ini perlu pembiasaan agar mulut terbiasa dengan kalimat-kalimat yang baik.
“Yuk tinggal selangkah lagi yaitu mengubah kosa kata kotor jadi kalimat indah,” tuturnya. Jika seseorang marah seringkali keluar kata-kata kotor dari lisan dan malah menhujat orang lain. Namun, siapa saja bisa latihan mengubah kata-kata kotor tersebut dengan kata-kata yang baik.
“Misalnya, orang tua ke anak yang berbuat salah, sebut soleh, ganteng. Bukannya malah disebut setan, jin, bawa-bawa binatang. Nah jangan lagi seperti itu,” tegas Buya Yahya.
Menghina dalam Pengertian Al-Ghazali
Cara menghilangkan kebiasaan menghujat yang pertama adalah sadar. Menurut Buya Yahya, orang tersebut harus sadar telah melakukan hal buruk yaitu menghujat orang lain. Sadar akan kesalahan akan mendorong untuk seseorang untuk memperbaiki diri.
“Bagus bagi anda yang sadar dengan perbuatan menghujat ini adalah kesalahan, yang repot tuh kalau nggak sadar-sadar,” jelasnya dikutip dari YouTube Buya Yahya, Sabtu (29/7/2023).
Jika seseorang sudah sadar dengan tindakan buruknya menghujat maka tinggal ke langkah selanjutnya. Langkah kedua yakni mengubah kosakata kotor menjadi tutur kata yang indah. Ini perlu pembiasaan agar mulut terbiasa dengan kalimat-kalimat yang baik.
“Yuk tinggal selangkah lagi yaitu mengubah kosa kata kotor jadi kalimat indah,” tuturnya. Jika seseorang marah seringkali keluar kata-kata kotor dari lisan dan malah menhujat orang lain. Namun, siapa saja bisa latihan mengubah kata-kata kotor tersebut dengan kata-kata yang baik.
“Misalnya, orang tua ke anak yang berbuat salah, sebut soleh, ganteng. Bukannya malah disebut setan, jin, bawa-bawa binatang. Nah jangan lagi seperti itu,” tegas Buya Yahya.
Menghina dalam Pengertian Al-Ghazali