home global news

Arab Saudi Tegaskan Penodaan Al-Qur'an Tak Bisa Diterima

Selasa, 01 Agustus 2023 - 18:15 WIB
Arab Saudi menegaskan bahwa penodaan Al-Quran dengan alasan apapun tidak dapat diterima
Arab Saudi menegaskan bahwa penodaan Al-Qur'an dengan alasan apapun tidak dapat diterima. Melalui Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan, perlu ada langkah-langkah praktis untuk mengakhiri pengulangan insiden pembakaran kitab suci.

Hal tersebut disampaikan Pangeran Faisal pada pembukaan sidang Dewan Luar Biasa Menteri Luar Negeri (CFM) Organisasi Kerjasama Islam (OKI), yang beranggotakan 57 negara Muslim, pada Senin (31/7/2023).

Pertemuan tersebut diadakan untuk membahas langkah-langkah yang harus diambil terkait insiden berulang penodaan dan pembakaran salinan Al-Qur'an di sejumlah Negara Barat, seperti Swedia dan Denmark.

Pangeran Faisal mengecam keras atas aksi penodaan Al-Qur'an secara berulang. Ia menekankan tindakan provokatif melanggar perjanjian internasional yang menyerukan keharmonisan, perdamaian dan pemulihan hubungan.

"Dan bertentangan langsung dengan upaya internasional yang berusaha menyebarkan nilai-nilai toleransi dan moderasi, dan menolak ekstremisme, dan merusak prinsip saling menghormati yang diperlukan untuk mempertahankan hubungan yang lebih baik antara masyarakat dan negara,” kata Pangeran Faisal, melansir Saudi Gazette, Selasa (1/8/2023).

Menlu Saudi menekankan bahwa OKI memiliki peran terbesar dalam koordinasi, kerja sama dan integrasi dengan berbagai organisasi Islam lainnya. Peran tersebut untuk mempertahankan nilai-nilai toleransi dan perdamaian, melindungi dan menyebarkan citra Islam yang sebenarnya, serta menolak dan memerangi intoleransi, ekstremisme, dan penyebaran kebencian serta kekerasan.

Ia juga menyoroti upaya negara-negara anggota OKI dalam mengadopsi resolusi Dewan HAM PBB pada 12 Juli 2023 yang ditujukan untuk memerangi kebencian agama, seperti hasutan untuk melakukan diskriminasi, permusuhan, atau kekerasan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
alquran arab saudi penodaan agama
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya