Jelang HUT Ke-77 Kemerdekaan Indonesia, Jokowi Ajak Rakyat Banyak Bersyukur
Tim langit 7
Kamis, 03 Agustus 2023 - 09:15 WIB
Presiden Joko Widodo.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak rakyat Indonesia bersyukur atas keberhasilan menghadapi pandemi Covid-19.
“Awalnya kita belum memperkirakan ternyata dampak ekonominya secara global juga luar biasa. Patut kita syukuri, alhamdulillah kita bisa mengendalikan, mengelola ekonomi pasca pandemi Covid dan kembali normal dalam waktu sangat cepat,” kata Jokowi dalam Zikir dan Doa Kebangsaan yang disiarkan langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Dampak pandemi Covid dibarengi dengan krisis energi dan krisis pangan di mana-mana. Kemudian ditambah lagi perang Rusia vs Ukraina. Gandum yang dari Rusia biasanya bisa keluar 130 juta ton. Akan tetapi justru itu tidak keluar sama sekali.
“Dari Ukraina biasanya 70 juta ton. Tapi, tidak bisa keluar sama sekali sehingga harga naik dan banyak kekurangan pangan di berbagai negara,” ungkap Kepala Negara.
Baca juga:Bersarung dan Baju Koko, Presiden Jokowi Ikuti Dzikir dan Doa Kebangsaan di Istana
Jokowi mengatakan bahwa energi juga mengalami hal yang sama, gas dan minyak mengalami kenaikan yang dahsyat karena perang. Gas di salah satu negara di Eropa ada yang naik sampai 700%.
“Di sini bensin terjadi kenaikan 10%-20%, demonya 3 bulan. Bapak ibu bisa bayangkan. Sekali lagi alhamdulillah patut kita syukuri. Jangan lupa mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada bangsa kita,” papar pria kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961 itu.
“Awalnya kita belum memperkirakan ternyata dampak ekonominya secara global juga luar biasa. Patut kita syukuri, alhamdulillah kita bisa mengendalikan, mengelola ekonomi pasca pandemi Covid dan kembali normal dalam waktu sangat cepat,” kata Jokowi dalam Zikir dan Doa Kebangsaan yang disiarkan langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Dampak pandemi Covid dibarengi dengan krisis energi dan krisis pangan di mana-mana. Kemudian ditambah lagi perang Rusia vs Ukraina. Gandum yang dari Rusia biasanya bisa keluar 130 juta ton. Akan tetapi justru itu tidak keluar sama sekali.
“Dari Ukraina biasanya 70 juta ton. Tapi, tidak bisa keluar sama sekali sehingga harga naik dan banyak kekurangan pangan di berbagai negara,” ungkap Kepala Negara.
Baca juga:Bersarung dan Baju Koko, Presiden Jokowi Ikuti Dzikir dan Doa Kebangsaan di Istana
Jokowi mengatakan bahwa energi juga mengalami hal yang sama, gas dan minyak mengalami kenaikan yang dahsyat karena perang. Gas di salah satu negara di Eropa ada yang naik sampai 700%.
“Di sini bensin terjadi kenaikan 10%-20%, demonya 3 bulan. Bapak ibu bisa bayangkan. Sekali lagi alhamdulillah patut kita syukuri. Jangan lupa mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada bangsa kita,” papar pria kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961 itu.