Permohonan Tak Akan Gagal Jika Disandarkan kepada Allah
Tim langit 7
Sabtu, 05 Agustus 2023 - 23:55 WIB
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar
Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya KH Miftachul Akhyar menjelaskan, tidak ada istilah gagal sebuah permohonan jika manusia menyandarkannya kepada Allah SWT. Apalagi Allah sudah berjanji ud’uni astajib lakum (mintalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan).
“Tidak pernah ada istilah gagal sebuah permohonan kalau kita memohonnya. bersandar, pasrah kepada Allah. Apalagi Allah sudah berjanji ud'uni astajib lakum,” ujarnya dalam Ngaji Kitab Syarah Al-Hikam disiarkan YouTube Multimedia KH Miftachul Akhyar.
Kiai Miftach menegaskan,intinya harus pasrah kepada Allah. Dikabulkan atau tidak, dikabulkan dalam waktu cepat atau lambat, itu hak Allah. Sebab, Allah itu mutlak.
“Jangan kalau minta sekarang harus sekarang, kok Gusti Allah diatur-atur. Ya sudah minta, pasrahkan kepada Allah. Allah tahu yang terbaik. Kalau Allah memandang baik diberi hari ini, akan diberi hari ini. Kalau besok akan diberikan besok, kalau lusa ya lusa, pasti itu. Jadi sebuah permohonan tidak akan pernah gagal kalau disandarkan, dipasrahkan kepada Allah,” jelasnya.
Rais Aam PBNU ini mengungkapkan, sebaliknya permohonan akan mengalami kegagalan atau tidak menghasilkan, jika dipasrahkan kepada selain Allah.
“Kalaupun menghasilkan pun ruwet, banyak tuntutan, banyak masalah kalau permohonan-permohonan itu kita sandarkan pada kekuatan kita sendiri, pada otak kita, pada kekayaan kita. Pokoknya kita diciptakan dalam keadaan fakir,” terangnya.
Lebih lanjut, Kiai Miftach menjelaskan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan fakir itu sudah dijelaskan dalam Surat Fatir ayat 15, bahwa manusia itu sangat butuh kepada Allah, faqir kepada Allah. Kemudian jangan jangan sekali-kali manusia mengandalkan kekuatanmu, pengetahuan, harta kekayaanmu, keluargamu, siapa, semua kalian ini faqir kepada Allah.
“Tidak pernah ada istilah gagal sebuah permohonan kalau kita memohonnya. bersandar, pasrah kepada Allah. Apalagi Allah sudah berjanji ud'uni astajib lakum,” ujarnya dalam Ngaji Kitab Syarah Al-Hikam disiarkan YouTube Multimedia KH Miftachul Akhyar.
Kiai Miftach menegaskan,intinya harus pasrah kepada Allah. Dikabulkan atau tidak, dikabulkan dalam waktu cepat atau lambat, itu hak Allah. Sebab, Allah itu mutlak.
“Jangan kalau minta sekarang harus sekarang, kok Gusti Allah diatur-atur. Ya sudah minta, pasrahkan kepada Allah. Allah tahu yang terbaik. Kalau Allah memandang baik diberi hari ini, akan diberi hari ini. Kalau besok akan diberikan besok, kalau lusa ya lusa, pasti itu. Jadi sebuah permohonan tidak akan pernah gagal kalau disandarkan, dipasrahkan kepada Allah,” jelasnya.
Rais Aam PBNU ini mengungkapkan, sebaliknya permohonan akan mengalami kegagalan atau tidak menghasilkan, jika dipasrahkan kepada selain Allah.
“Kalaupun menghasilkan pun ruwet, banyak tuntutan, banyak masalah kalau permohonan-permohonan itu kita sandarkan pada kekuatan kita sendiri, pada otak kita, pada kekayaan kita. Pokoknya kita diciptakan dalam keadaan fakir,” terangnya.
Lebih lanjut, Kiai Miftach menjelaskan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan fakir itu sudah dijelaskan dalam Surat Fatir ayat 15, bahwa manusia itu sangat butuh kepada Allah, faqir kepada Allah. Kemudian jangan jangan sekali-kali manusia mengandalkan kekuatanmu, pengetahuan, harta kekayaanmu, keluargamu, siapa, semua kalian ini faqir kepada Allah.