home global news

Islam Wasathiyah Bangun Tamaddun Umat yang Moderat

Rabu, 09 Agustus 2023 - 14:00 WIB
ilustrasi
Ketua MUI Pusat Bidang Kerukunan Ummat Beragama, KH Yusnar Yusuf, mengungkapkan, umat Islam saat ini dituntut untuk memahami arus perubahan. Umat Islam dituntut bersikap washatiyah atau moderat, yakni bersikap posisi di pertengahan. Mamou mengintegrasikan hubungan dengan Allah SWT maupun dengan manusia dan alam sekitarnya.

"Sebagai satu pedoman hidup dan kehidupan, Islam kerap dipertanyakan oleh ummatnya sendiri. Bagaimana eksistensi Islam dalam berpacu dengan berbagai bentuk perubahan. Apakah ajarannya, konsep dalam berkehidupan selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban," kata KH Yusnar saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Rabu (9/8/2023).

Analisis terhadap eksistensi tersebut menjadi suatu keniscayaan. Namun di sisi yang lain harus berhati-hati, supaya tidak terperangkap dengan kualiti akidah yang melemah. Seperti ketika seorang muslim terlalu mengagungkan teori atau kaedah-kaedah ilmiah.

Baca juga: Dampak El Nino, 6 Provinsi Diprediksi Alami Kekeringan

Secara umum, ilmu bertujuan untuk menemukan pandangan yang benar dalam mengkaji tentang alam. Ilmu hendak menjelaskan arti hidup secara global di semua dimensi perubahan. Ilmu memiliki peran yang jelas, riil dalam upaya meningkatkan cara berpikir guna memperluas cakrawala akal.

"Apalah lagi di zaman kemajuan saat ini, ternyata metode ilmu pengetahuan menjadi bukti untuk membuka tabir tentang berebagai hakekat ilmiah. Mengapa demikian, karena dengan metode ilmiah segala sesuatu perubahan bisa dikenali secara pasti," ungkap KH Yusnar.

Berbagai ilmuan, mendefinisikan perubahan sebagai perubahan penting pada stuktur sosial hablum minannas yaitu pola perilaku dan interaksinyal. Dapat diartikan, perubahan adalah suatu fenomena untuk melihat dan mempelajari tingkah laku masyarakat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
mui agama islam islam moderat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya