3 Pesan Penting Abdul Mu’ti Jelang Tahun Politik 2024
Tim langit 7
Kamis, 10 Agustus 2023 - 09:00 WIB
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti memberi pesan khusus bagi warga dan pimpinan Persyarikatan dalam menghadapi tahun politik yang kian dekat.
Pesan ini disampaikan pada Pengukuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kecamatan Gebog Kudus Periode Muktamar 48 di Masjid Taqwa Besito, akhir pekan lalu.
Menurut Guru Besar Bidang Pendidikan Islam ini, setidaknya ada tiga hal yang dia pesankan untuk menjadi perhatian para pimpinan dan warga Muhammadiyah secara luas, bukan hanya di Kudus saja.
Pertama, soal isu pencalonan presiden, Muhammadiyah kata dia tidak ikut-ikutan sebab hal tersebut bukan berada di wilayah kewenangannya. Pencapresan kata dia adalah wilayah partai politik.
Baca juga:Sosok Gus Iqdam, Penceramah Viral Pendiri Majelis Ta'lim Sabilu Taubah dengan 66.000 Jamaah
“Sesuai Undang-undang, hal itu adalah wewenang partai politik, maka warga Muhammadiyah dan Muhammadiyah secara kelembagaan tidak punya wewenang. Jadi ora usah usrek, mondak budreg. (Tidak perlu ikut-ikutan, daripada pusing sendiri),” pesan Mu’ti dikutip dari laman Muhammadiyah.
Kedua, soal pemilihan anggota legislatif baik DPR RI maupun DPRD, Mu’ti menyebut bahwa Muhammadiyah berkepentingan menghimbau para warganya untuk memilih caleg yang memiliki rekam jejak integritas unggul.
Pesan ini disampaikan pada Pengukuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kecamatan Gebog Kudus Periode Muktamar 48 di Masjid Taqwa Besito, akhir pekan lalu.
Menurut Guru Besar Bidang Pendidikan Islam ini, setidaknya ada tiga hal yang dia pesankan untuk menjadi perhatian para pimpinan dan warga Muhammadiyah secara luas, bukan hanya di Kudus saja.
Pertama, soal isu pencalonan presiden, Muhammadiyah kata dia tidak ikut-ikutan sebab hal tersebut bukan berada di wilayah kewenangannya. Pencapresan kata dia adalah wilayah partai politik.
Baca juga:Sosok Gus Iqdam, Penceramah Viral Pendiri Majelis Ta'lim Sabilu Taubah dengan 66.000 Jamaah
“Sesuai Undang-undang, hal itu adalah wewenang partai politik, maka warga Muhammadiyah dan Muhammadiyah secara kelembagaan tidak punya wewenang. Jadi ora usah usrek, mondak budreg. (Tidak perlu ikut-ikutan, daripada pusing sendiri),” pesan Mu’ti dikutip dari laman Muhammadiyah.
Kedua, soal pemilihan anggota legislatif baik DPR RI maupun DPRD, Mu’ti menyebut bahwa Muhammadiyah berkepentingan menghimbau para warganya untuk memilih caleg yang memiliki rekam jejak integritas unggul.