Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M Cholil Nafis, menyerukan agar cara berpolitik masyarakat Indonesia menjadi lebih cerdas dan naik kelas.
Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Ahmad Tholabi Kharlie, menilai Indonesia sudah memasuki tahun politik. Pada tahun-tahun ini politik identitas marak digunakan
Peran dai dan pengurus masjid sangat penting dalam menjaga ukhuwah di tahun politik. Hal ini mengingat masjid adalah tempat ibadah dan sebagai tempat dakwah.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Izzul Muslimin, mendorong ormas keagamaan di Indonesia menjauhi pragmatisme politik dan oligarki menjelang tahun politik 2024.
Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI Asrorun Niam Sholeh mengatakan, kaum muda merupakan elemen penting dalam menjaga harmoni di tengah keragaman bangsa
Pertengahan 2023 ini situasi politik di Indonesia mulai meninggi. Wajar saja karena perhelatan politik di Februari 2024 akan digelar untuk memilih Presiden, Wakil Presiden dan anggota legislatif.
Menjelang pesta demokrasi 2024 mendatang, aktivitas politik mulai marak di berbagai lini. Tak terkecuali kampanye terselubung yang kerap menyasar kalangan dai
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. M. Cholil Nafis mengatakan, dai dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memiliki peran penting menjaga ukhuwah dalam memasuki tahun politik.
Menteri Agama RI (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menjaga kondusifitas di wilayahnya masing-masing. Hal ini mengingat situasi politik yang diindikasikan akan semakin memanas di tahun 2023.
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Fathul Wahid, Ph.D, memaparkan tiga bekal penting untuk menghadapi tahun politik 2023 jelang Pemilu 2024 mendatang. Dia menilai, suhu politik menuju pesta demokrasi lima tahunan itu sudah mulai memanas.