30 Juta UMKM Diprediksi Go Digital pada 2024
Muhajirin
Kamis, 17 Agustus 2023 - 18:00 WIB
ilustrasi
Dorongan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus meningkatkan daya saing semakin marak dilakukan. Rencananya, 30 juta UMKM Indonesia sudah harus terhubung ke ekosistem digital pada tahun 2024.
Yayasan Kagama Bhakti Nusantara (YKBN) mendirikan platform edukasi dan inkubasi berbasis digital, yakni UMKM Hebat, guna berkontribusi mendorong target tersebut.
Rektor Universitas Gadjah Mada, Ova Emilia, mengatakan, disrupsi digital ini membawa banyak perubahan dalam ekosistem masyarakat, maupun lingkungan bisnis usaha. Pelaku usaha maupun masyarakat harus memanfaatkannya sebagai peluang usaha.
"Bersikap adaptif, kolaboratif, dan inovatif dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan menjadi dasar agar kita mampu berdaya saing di era ini. Tentunya saya menyambut baik obrolan UMKM Hebat ini agar UMKM Indonesia bisa semakin maju,” tutur Ova dalam diskusi 'Obrolan UMKM Hebat: UMKM Go Digital, Bisnis Untung Maksimal', dikuti Kamis (17/8/2023).
Sejak dibentuk pada Desember 2020, UMKM Hebat telah menaungi ribuan UMKM di Indonesia, baik yang tumbuh melalui proses inkubasi, ataupun yang didorong untuk meningkatkan bisnis. Motivasi ini didapatkan dari fakta bahwa 64,2 juta UMKM telah berkontribusi sebanyak 61,07% pada pendapatan nasional. Namun, sayang, 90% dari jumlah tersebut mengalami dampak yang signifikan pasca pandemi.
Baca juga:Bawakan Lagu Rungkad, Putri Ariani Sukses Goyang Istana Negara
Deputi Bidang UKM Kementrian Koperasi dan UKM RI, Hanung Harimba Rachman, mengapresiasi Yayasan Kagama Bhakti Nusantara atas kinerja yang telah dilakukan. Dia berharap target 30 UMKM Go Digital bisa terwujud pada 2024.
Yayasan Kagama Bhakti Nusantara (YKBN) mendirikan platform edukasi dan inkubasi berbasis digital, yakni UMKM Hebat, guna berkontribusi mendorong target tersebut.
Rektor Universitas Gadjah Mada, Ova Emilia, mengatakan, disrupsi digital ini membawa banyak perubahan dalam ekosistem masyarakat, maupun lingkungan bisnis usaha. Pelaku usaha maupun masyarakat harus memanfaatkannya sebagai peluang usaha.
"Bersikap adaptif, kolaboratif, dan inovatif dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan menjadi dasar agar kita mampu berdaya saing di era ini. Tentunya saya menyambut baik obrolan UMKM Hebat ini agar UMKM Indonesia bisa semakin maju,” tutur Ova dalam diskusi 'Obrolan UMKM Hebat: UMKM Go Digital, Bisnis Untung Maksimal', dikuti Kamis (17/8/2023).
Sejak dibentuk pada Desember 2020, UMKM Hebat telah menaungi ribuan UMKM di Indonesia, baik yang tumbuh melalui proses inkubasi, ataupun yang didorong untuk meningkatkan bisnis. Motivasi ini didapatkan dari fakta bahwa 64,2 juta UMKM telah berkontribusi sebanyak 61,07% pada pendapatan nasional. Namun, sayang, 90% dari jumlah tersebut mengalami dampak yang signifikan pasca pandemi.
Baca juga:Bawakan Lagu Rungkad, Putri Ariani Sukses Goyang Istana Negara
Deputi Bidang UKM Kementrian Koperasi dan UKM RI, Hanung Harimba Rachman, mengapresiasi Yayasan Kagama Bhakti Nusantara atas kinerja yang telah dilakukan. Dia berharap target 30 UMKM Go Digital bisa terwujud pada 2024.