Dunia Islam Didorong Integrasikan Ilmu Pengetahuan dan Agama
Muhajirin
Rabu, 23 Agustus 2023 - 23:15 WIB
Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir, menilai dunia Islam perlu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan agama Islam.
Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir, menilai dunia Islam perlu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan agama Islam. Menurut dia, ada empat faktor pendorong terkait pentingnya umat Islam melakukan hal tersebut.
Rofiq menyampaikan hal itu dalam seminar 'Seminar Internasional" Al-Qur'an dan Integrasi Ilmu-ilmu Syariah, Sains, dan Sosial Humaniora' di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Empat faktor atau alasan penting integrasi tersebut yakni:
1. Amanat Al-Qur'an dan Sunnah
Dunia Islam penting mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan agama karena merupakan merupakan amanat langsung dari Al Quran dan Sunah. Menurut Rofiq, kata “’ilm” dalam Al Quran maupun Hadis merujuk pada pengetahuan secara umum.
Hal ini berarti bahwa “’ilm” tidak menunjuk pada satu disiplin pengetahuan an sich. Sebaliknya, konsep ini mencakup seluruh spektrum ilmu pengetahuan, mulai dari ilmu fisika, sejarah, ilmu alam, ilmu sosial, hingga berbagai jenis pengetahuan lainnya.
"Karenanya, Al Quran dan Hadis mempromosikan pandangan holistik tentang pengetahuan, di mana tidak ada pembatasan pada satu bidang tertentu," kata Rofiq.
Rofiq menyampaikan hal itu dalam seminar 'Seminar Internasional" Al-Qur'an dan Integrasi Ilmu-ilmu Syariah, Sains, dan Sosial Humaniora' di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Empat faktor atau alasan penting integrasi tersebut yakni:
1. Amanat Al-Qur'an dan Sunnah
Dunia Islam penting mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan agama karena merupakan merupakan amanat langsung dari Al Quran dan Sunah. Menurut Rofiq, kata “’ilm” dalam Al Quran maupun Hadis merujuk pada pengetahuan secara umum.
Hal ini berarti bahwa “’ilm” tidak menunjuk pada satu disiplin pengetahuan an sich. Sebaliknya, konsep ini mencakup seluruh spektrum ilmu pengetahuan, mulai dari ilmu fisika, sejarah, ilmu alam, ilmu sosial, hingga berbagai jenis pengetahuan lainnya.
"Karenanya, Al Quran dan Hadis mempromosikan pandangan holistik tentang pengetahuan, di mana tidak ada pembatasan pada satu bidang tertentu," kata Rofiq.