Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 09 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dunia Islam Didorong Integrasikan Ilmu Pengetahuan dan Agama

Muhajirin Rabu, 23 Agustus 2023 - 23:15 WIB
Dunia Islam Didorong Integrasikan Ilmu Pengetahuan dan Agama
Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir, menilai dunia Islam perlu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan agama Islam.
LANGIT7.ID-, Jogjakarta- - Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir, menilai dunia Islam perlu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan agama Islam. Menurut dia, ada empat faktor pendorong terkait pentingnya umat Islam melakukan hal tersebut.

Rofiq menyampaikan hal itu dalam seminar 'Seminar Internasional" Al-Qur'an dan Integrasi Ilmu-ilmu Syariah, Sains, dan Sosial Humaniora' di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Empat faktor atau alasan penting integrasi tersebut yakni:

1. Amanat Al-Qur'an dan Sunnah
Dunia Islam penting mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan agama karena merupakan merupakan amanat langsung dari Al Quran dan Sunah. Menurut Rofiq, kata “’ilm” dalam Al Quran maupun Hadis merujuk pada pengetahuan secara umum.

Hal ini berarti bahwa “’ilm” tidak menunjuk pada satu disiplin pengetahuan an sich. Sebaliknya, konsep ini mencakup seluruh spektrum ilmu pengetahuan, mulai dari ilmu fisika, sejarah, ilmu alam, ilmu sosial, hingga berbagai jenis pengetahuan lainnya.

"Karenanya, Al Quran dan Hadis mempromosikan pandangan holistik tentang pengetahuan, di mana tidak ada pembatasan pada satu bidang tertentu," kata Rofiq.

2. Karakteristik Intrinsik dari Islam
Integrasi merupakan karakteristik intrinsik dari Islam. Ada banyak buku, termasuk karya seorang orientalis Franz Rosenthal, yang menggambarkan betapa Islam menghargai pengetahuan. Tidak ada peradaban lain dalam sejarah manusia yang menekankan pengetahuan sebanyak Islam.

Al-Quran dan Sunnah menegaskan pentingnya pengetahuan dalam semua bidang, termasuk ilmu alam dan ilmu sosial. Banyak tokoh penting dalam sejarah Islam juga adalah polymath yang menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan.

3. Islam Tengah Hadapi Krisis Epistemik
Dunia Islam saat ini menghadapi apa yang Rofiq sebut sebagai krisis epistemik (epistemic crises). Krisis ini tumbuh akibat langsung dari sekularisasi dalam masyarakat Barat. Salah satu dampak dari sekularisasi adalah pemahaman yang berlebihan terhadap peran sains dalam menjelaskan segala sesuatu.

"Ilmuwan Barat sering cenderung memandang sains sebagai satu-satunya wadah pengetahuan yang valid dan dapat menjelaskan eksistensi dan tujuan manusia," ungkap Rofiq.

4. Kompleksitas Masalah di Tingkat Empiris
Kompleksitas masalah saat ini di tingkat empiris. Menurut Rofiq, umat manusia secara keseluruhan menghadapi masalah lingkungan, ekonomi, pendidikan, sosiologis, dan patologis yang sangat rumit. Dengan kompleksitas masalah-masalah ini, pendekatan yang lebih holistik dan multidisiplin menjadi suatu keharusan.

"Tidak lagi cukup hanya bergantung pada satu disiplin ilmu," ujar Rofiq.

Melalui pemahaman holistik tentang pengetahuan, dunia Islam diharapkan dapat memanfaatkan warisan intelektualnya yang kaya dan menghadapi perubahan zaman dengan bijaksana. Integrasi antara nilai-nilai Islam yang mendalam dan pengetahuan modern menjadi kunci untuk mengatasi kompleksitas masalah yang semakin rumit di masyarakat.

"Dengan adanya kolaborasi antar bidang ilmu, umat Islam dapat berperan aktif dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan untuk masa depan dunia yang lebih baik," tutur Rofiq.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 09 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)