Gus Mus: Muslim Sejati Tidak Pernah Sakiti Saudaranya
Tim langit 7
Rabu, 23 Agustus 2023 - 14:00 WIB
Pimpinan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, KH Mustofa Bisri
Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), mengungkapkan salah satu ciri muslim sejati dalam pandangan Al-Qur'an dan Sunnah.
Seseorang bisa dikatakan muslim sejati jika mampu menjaga keselamatan lisan maupun perbuatan. Artinya, dia tidak pernah menyakiti saudaranya sendiri, baik dalam lingkup keluarga maupun saudara sesama muslim maupun saudara dalam ikatan sosial masyarakat.
“Muslim yang sempurna itu orang Islam yang tidak pernah melukai muslim lainnya. Muslim di kanan dan kirinya selamat. Tidak pernah terlukai, tidak pula sakit hati. Karena dia tidak menyakiti saudaranya yang Muslim, baik dengan lisan maupun tangannya,” terang Gus Mus melalui kanal YouTube NU Online, dilihat Rabu (23/8/2023).
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menjelaskan, orang Islam yang mulut dan tindakannya menyakiti orang lain, belum menjadi seorang muslim sejati. Orang seperti itu hanya mengaku muslim saja.
“Itu ngakunya saja Islam, tapi tidak sempurna. Bukan Muslim yang kamil,” ucapnya.
Baca juga:Hukum Musik dan Syairnya Menurut Pendapat Habib Umar bin Hafidz
Sama halnya dengan hijrah. Belakangan banyak orang menggunakan istilah hijrah untuk menandai perubahan mencolok dari seseorang. Misalnya seorang selebritas yang tadinya tidak mengenakan hijab, tiba-tiba berpakaian syar'i.
Seseorang bisa dikatakan muslim sejati jika mampu menjaga keselamatan lisan maupun perbuatan. Artinya, dia tidak pernah menyakiti saudaranya sendiri, baik dalam lingkup keluarga maupun saudara sesama muslim maupun saudara dalam ikatan sosial masyarakat.
“Muslim yang sempurna itu orang Islam yang tidak pernah melukai muslim lainnya. Muslim di kanan dan kirinya selamat. Tidak pernah terlukai, tidak pula sakit hati. Karena dia tidak menyakiti saudaranya yang Muslim, baik dengan lisan maupun tangannya,” terang Gus Mus melalui kanal YouTube NU Online, dilihat Rabu (23/8/2023).
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menjelaskan, orang Islam yang mulut dan tindakannya menyakiti orang lain, belum menjadi seorang muslim sejati. Orang seperti itu hanya mengaku muslim saja.
“Itu ngakunya saja Islam, tapi tidak sempurna. Bukan Muslim yang kamil,” ucapnya.
Baca juga:Hukum Musik dan Syairnya Menurut Pendapat Habib Umar bin Hafidz
Sama halnya dengan hijrah. Belakangan banyak orang menggunakan istilah hijrah untuk menandai perubahan mencolok dari seseorang. Misalnya seorang selebritas yang tadinya tidak mengenakan hijab, tiba-tiba berpakaian syar'i.