Nadiem Hapus Skripsi, Unair: Mahasiswa Bisa Selesaikan Studi Sesuai Keahlian
Muhajirin
Jum'at, 01 September 2023 - 18:00 WIB
Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim kembali mengeluarkan kebijakan baru terkait penghapusan skripsi. Kebijakan ini tertuang dalam Permendikbudristek No.53 Tahun 2023.
Rektor Universitas Airlangga (Unair), Mohammad Nasih, mengatakan, menyambut baik kebijakan tersebut. Dia menilai kebijakan tersebut bisa membuat mahasiswa bisa menyelesaikan pendidikan sesuai dengan kehalian mereka.
“Terkait hal ini, kita (Unair, Red) tentu menyambut baik. Mahasiswa bisa menyelesaikan studi sesuai dengan passion dan keahlian mereka,” kata Nasih dalam keterangan pers di laman Unair, Jumat (1/9/2023).
Prof Nasih menerangkan, kebijakan ini bukan menghapus keberadaan skripsi. Kebijakan tersebut hanya memberikan jalan atau pilihan lain. "Jadi sekarang skripsi bukan jalan satu-satunya tapi ada jalan yang lain,” terang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.
Dia menjelaskan, kebijakan baru itu memberikan beberapa alternatif bagi mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan. Selain skripsi ada pilihan lain seperti prototipe, proyek, dan tugas akhir yang setara. Mahasiswa mendapat kebebasan untuk memilih jalur kelulusan masing-masing.
Baca juga:Lingkungan Kampus Harus Jadi Agen Keselamatan Transportasi
“Skripsi akan tetap ada, mahasiswa ada pilihan lain mau projek silahkan, prototype silahkan. Lebih dari itu kami juga sudah memberikan ruang yang cukup luas bagi mahasiswa untuk lulus dari jalan manapun,” tutur Nasih.
Rektor Universitas Airlangga (Unair), Mohammad Nasih, mengatakan, menyambut baik kebijakan tersebut. Dia menilai kebijakan tersebut bisa membuat mahasiswa bisa menyelesaikan pendidikan sesuai dengan kehalian mereka.
“Terkait hal ini, kita (Unair, Red) tentu menyambut baik. Mahasiswa bisa menyelesaikan studi sesuai dengan passion dan keahlian mereka,” kata Nasih dalam keterangan pers di laman Unair, Jumat (1/9/2023).
Prof Nasih menerangkan, kebijakan ini bukan menghapus keberadaan skripsi. Kebijakan tersebut hanya memberikan jalan atau pilihan lain. "Jadi sekarang skripsi bukan jalan satu-satunya tapi ada jalan yang lain,” terang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.
Dia menjelaskan, kebijakan baru itu memberikan beberapa alternatif bagi mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan. Selain skripsi ada pilihan lain seperti prototipe, proyek, dan tugas akhir yang setara. Mahasiswa mendapat kebebasan untuk memilih jalur kelulusan masing-masing.
Baca juga:Lingkungan Kampus Harus Jadi Agen Keselamatan Transportasi
“Skripsi akan tetap ada, mahasiswa ada pilihan lain mau projek silahkan, prototype silahkan. Lebih dari itu kami juga sudah memberikan ruang yang cukup luas bagi mahasiswa untuk lulus dari jalan manapun,” tutur Nasih.