ISNA Convention dan Representasi Indonesia
Tim langit 7
Selasa, 05 September 2023 - 09:30 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Tidak dapat diingkari bahwa Islam di Amerika dan Barat secara umum menjadi perhatian tersendiri di dunia Islam. Tentu selain karena faktor duniawi, bahwa Amerika dan Barat merepresentasi kemajuan marerial, teknologi, bahkan nilai-nilai yang dianggap berwajah humanis (Demokrasi misalnya), minimal pada tataran persepsi. Juga karena dalam beberapa dekade terakhir Islam di Amerika dan dunia Barat semakin berkembang. Ada semacam harapan sebagian dunia Islam bahwa kebangkitan Islam justeru akan datang dari arah Barat. Allahu a’lam. Biar Allah dan waktu yang akan membuktikan.
Yang pasti fenomena-fenomena yang ada memang mengarah kepada harapan itu. Contoh mutakhir adalah keputusan Walikota New York untuk mendeklarasikan bahwa suara azan keluar gedung adalah hak Komunitas Muslim yang dijamin oleh UU. Persis hak Kristiani dan Yahudi mengeluarkan suara “lonceng” dan “trumpet” dari rumah-rumah ibadah mereka di waktu-waktu ibadah. Bedanya waktu ibadah mereka hanya sekali seminggu. Sementara umat Islam beribadah lima kali sehari semalam. Karenanya sementara ini diperkenankan sekali seminggu, di hari Jumat. Dan setiap Magrib selama Ramadan.
Baca juga:Muhammadiyah Bangun Masjid untuk Mualaf Kawasan Minoritas Muslim
Bagi Komunitas Muslim di Amerika ini bukan sesuatu yang ideal. Karena azan lima waktu adalah praktek agama yang sejatinya dilindungi oleh UU. Namun di sisi lain kelonggran inj sangat disyukuri. Bagi kami ini bukan sekedar azan. Tapi pengakuan akan hak yang sama dengan Komunitas yang selama ini dikenal sebagai mainstream Amerika (Judio-Kristen). Apalagi jika hal ini dibawa ke ranah Dakwah, pastinya disadari bahwa segala sesuatu memerlukan langkah-langkah strategi panjang. Kesabaran dalam berdakwah menjadi pilar penting keberhasilannya.
Organisasi-Organisasi Nasional Muslim Amerika
Sebagaimana di Indonesia ada banyak organisasi-organisasi Islam nasional, yang terbesar di antaranya adalah Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulama. Di Amerika juga banyak organisasi-organisasi Islam yang berskala nasional. Sebagaimana di Indonesia organisasi-organisasi ini menjadi pelaku terdepan dalam pengembangan Dakwah dan Islam di Amerika. Di antara organisasi Islam besar Amerika, sebutlah misalnya ISNA (Islamic Society of North America), ICNA (Ismaic Circle of North America), MAS (Muslim American Society), CAIR (Council on American-Islamic Relations), MPAC (Muslim Publv Affairs Council), dan banyak lagi.
Semua organisasi tersebut memiliki keunikan dan spesifikasi perjuangan yang berbeda, namun punya tujuan yang sama (common goal). Yaitu memastikan bahwa Islam dan Komunitas Muslim terus maju, berkembang, kuat dan melakukan peranan signifikan dalam kehidupan sosial, bahkan berbangsa dan bernegara di Amerika.
Yang pasti fenomena-fenomena yang ada memang mengarah kepada harapan itu. Contoh mutakhir adalah keputusan Walikota New York untuk mendeklarasikan bahwa suara azan keluar gedung adalah hak Komunitas Muslim yang dijamin oleh UU. Persis hak Kristiani dan Yahudi mengeluarkan suara “lonceng” dan “trumpet” dari rumah-rumah ibadah mereka di waktu-waktu ibadah. Bedanya waktu ibadah mereka hanya sekali seminggu. Sementara umat Islam beribadah lima kali sehari semalam. Karenanya sementara ini diperkenankan sekali seminggu, di hari Jumat. Dan setiap Magrib selama Ramadan.
Baca juga:Muhammadiyah Bangun Masjid untuk Mualaf Kawasan Minoritas Muslim
Bagi Komunitas Muslim di Amerika ini bukan sesuatu yang ideal. Karena azan lima waktu adalah praktek agama yang sejatinya dilindungi oleh UU. Namun di sisi lain kelonggran inj sangat disyukuri. Bagi kami ini bukan sekedar azan. Tapi pengakuan akan hak yang sama dengan Komunitas yang selama ini dikenal sebagai mainstream Amerika (Judio-Kristen). Apalagi jika hal ini dibawa ke ranah Dakwah, pastinya disadari bahwa segala sesuatu memerlukan langkah-langkah strategi panjang. Kesabaran dalam berdakwah menjadi pilar penting keberhasilannya.
Organisasi-Organisasi Nasional Muslim Amerika
Sebagaimana di Indonesia ada banyak organisasi-organisasi Islam nasional, yang terbesar di antaranya adalah Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulama. Di Amerika juga banyak organisasi-organisasi Islam yang berskala nasional. Sebagaimana di Indonesia organisasi-organisasi ini menjadi pelaku terdepan dalam pengembangan Dakwah dan Islam di Amerika. Di antara organisasi Islam besar Amerika, sebutlah misalnya ISNA (Islamic Society of North America), ICNA (Ismaic Circle of North America), MAS (Muslim American Society), CAIR (Council on American-Islamic Relations), MPAC (Muslim Publv Affairs Council), dan banyak lagi.
Semua organisasi tersebut memiliki keunikan dan spesifikasi perjuangan yang berbeda, namun punya tujuan yang sama (common goal). Yaitu memastikan bahwa Islam dan Komunitas Muslim terus maju, berkembang, kuat dan melakukan peranan signifikan dalam kehidupan sosial, bahkan berbangsa dan bernegara di Amerika.