Agar Hidup Istiqamah dan Mati Husnul Khatimah
Muhajirin
Rabu, 13 September 2023 - 17:00 WIB
ilustrasi
Setiap muslim sudah pasti menginginkan kehidupan yang istiqamah di atas jalan kebaikan. Saat mati pun hembusan nafas terakhir mengucapkan kalimat tauhid sebagai tanda husnul khatimah.
Hal tersebut bisa dicapai dengan menjalankan syariat Islam sesuai syariat Allah dan sunnah Rasulullah. Allah SWT menurunkan syariat untuk membuat umat manusia nyaman dan rileks menjalani kehidupan di dunia.
Menurut Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, ketika seseorang sudah berislam dengan nyaman, maka dia akan istiqamah di atas jalan kebaikan. Orang itu akan menjalankan ibadah dengan kualitas tingkat tinggi dan tidak sembarangan. Ini adalah tingkat tingginya iman, yakni khalawatul iman.
Baca juga:4 Pemikir Muslim Masuk Daftar 100 Pemengaruh AI Versi TIME
"Ketika kita dipanggil Allah dalam kondisi kebaikan. Jika kita bisa istiqamah dalam kebaikan, maka insya Allah kita akan berada dalam kondisi kebaikan ketika kita dipanggil Allah. Seseorang akan diwafatkan dalam keadaan yang biasa ia lakukan. Jika bisa khusnul khatimah, maka kita akan memiliki harapan ringan di alam barzah nanti," ujar Ustadz Fauzi melalui kajian daring Formula Hati, diktuip Rabu (13/9/2023).
Ada lima variabel agar seorang muslim bisa beragama dengan nyaman. Pertama, perlunya ilmu yang cukup. Semangat beragama yang tinggi dengan ilmu yang sedikit akan membuat beragama menjadi berat. Semangat beragama yang rendah dengan ilmu yang banyak akan membuat seseorang banyak menggampangkan.
"Idealnya adalah kita memiliki semangat beragama yang tinggi dengan ilmu yang banyak. Kita semangat beragama dan ilmunya cukup. Kalau shalat tidak khusyu’, bisa jadi pegal melaksanakannya. Kelonggaran yang ada dalam pilihan-pilihan hukum bisa diambil agar dirasakan ringan," ujar Ustadz Fauzi.
Hal tersebut bisa dicapai dengan menjalankan syariat Islam sesuai syariat Allah dan sunnah Rasulullah. Allah SWT menurunkan syariat untuk membuat umat manusia nyaman dan rileks menjalani kehidupan di dunia.
Menurut Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, ketika seseorang sudah berislam dengan nyaman, maka dia akan istiqamah di atas jalan kebaikan. Orang itu akan menjalankan ibadah dengan kualitas tingkat tinggi dan tidak sembarangan. Ini adalah tingkat tingginya iman, yakni khalawatul iman.
Baca juga:4 Pemikir Muslim Masuk Daftar 100 Pemengaruh AI Versi TIME
"Ketika kita dipanggil Allah dalam kondisi kebaikan. Jika kita bisa istiqamah dalam kebaikan, maka insya Allah kita akan berada dalam kondisi kebaikan ketika kita dipanggil Allah. Seseorang akan diwafatkan dalam keadaan yang biasa ia lakukan. Jika bisa khusnul khatimah, maka kita akan memiliki harapan ringan di alam barzah nanti," ujar Ustadz Fauzi melalui kajian daring Formula Hati, diktuip Rabu (13/9/2023).
Ada lima variabel agar seorang muslim bisa beragama dengan nyaman. Pertama, perlunya ilmu yang cukup. Semangat beragama yang tinggi dengan ilmu yang sedikit akan membuat beragama menjadi berat. Semangat beragama yang rendah dengan ilmu yang banyak akan membuat seseorang banyak menggampangkan.
"Idealnya adalah kita memiliki semangat beragama yang tinggi dengan ilmu yang banyak. Kita semangat beragama dan ilmunya cukup. Kalau shalat tidak khusyu’, bisa jadi pegal melaksanakannya. Kelonggaran yang ada dalam pilihan-pilihan hukum bisa diambil agar dirasakan ringan," ujar Ustadz Fauzi.