Persaudaraan Jauh Lebih Penting dari Politik
Tim langit 7
Rabu, 20 September 2023 - 12:00 WIB
ilustrasi
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Savic Ali mengingatkan,menghadapi tahun politik harus santai dan perlu diingat bahwa persaudaraan jauh lebih penting dari politik.
“Sekarang saya kira kita harus lebih santai. Jadi, Kalau Gus Dur pernah ngomong yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan, saya ngomong lebih penting dari politik adalah persaudaraan,” ujarnya saat halaqah netizen nahdliyin, Selasa (19/9/2023).
Menurutnya, perbedaan merupakan sebuah hal yang tidak bisa dihindari. Sebab, setiap orang berbeda pikirannya. Namun, hal yang harus dihindari adalah jangan sampai timbul keributan.
Terkait politik, Savic mengungkapkan PBNU pada dasarnya tidak ikut pemilihan presiden. Sebab, mengutip pernyataan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, ia menegaskan bahwa pengusung presiden adalah partai, bukan jam'iyah organisasi masyarakat seperti NU.
Baca juga:Hasil Munas Konbes NU Jadi Landasan Mendampingi Umat
“Ketua Umum berulang kali menyatakan bahwa PBNU pada dasarnya tidak ikut pilpres, yang ikut itu partai-partai, kandidat A silahkan saja, kandidat B silahkan saja. Orang pada akhirnya berdebat tetapi kita tidak bisa memaksa. Organisasi NU itu lebih besar dari partai. Orang NU itu hampir separuh Indonesia, mana ada partai yang separuh Indonesia. Maka tidak ada partai yang mendapat separuh suara Indonesia,” katanya.
Kalau NU dikanalisasi, dipolitisasi berarti mengkerdilkan NU. Prinsip politik NU itu kemanusiaan, kerakyatan. Itu saya kira prinsip yang harus dihormati,” pungkasnya.
“Sekarang saya kira kita harus lebih santai. Jadi, Kalau Gus Dur pernah ngomong yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan, saya ngomong lebih penting dari politik adalah persaudaraan,” ujarnya saat halaqah netizen nahdliyin, Selasa (19/9/2023).
Menurutnya, perbedaan merupakan sebuah hal yang tidak bisa dihindari. Sebab, setiap orang berbeda pikirannya. Namun, hal yang harus dihindari adalah jangan sampai timbul keributan.
Terkait politik, Savic mengungkapkan PBNU pada dasarnya tidak ikut pemilihan presiden. Sebab, mengutip pernyataan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, ia menegaskan bahwa pengusung presiden adalah partai, bukan jam'iyah organisasi masyarakat seperti NU.
Baca juga:Hasil Munas Konbes NU Jadi Landasan Mendampingi Umat
“Ketua Umum berulang kali menyatakan bahwa PBNU pada dasarnya tidak ikut pilpres, yang ikut itu partai-partai, kandidat A silahkan saja, kandidat B silahkan saja. Orang pada akhirnya berdebat tetapi kita tidak bisa memaksa. Organisasi NU itu lebih besar dari partai. Orang NU itu hampir separuh Indonesia, mana ada partai yang separuh Indonesia. Maka tidak ada partai yang mendapat separuh suara Indonesia,” katanya.
Kalau NU dikanalisasi, dipolitisasi berarti mengkerdilkan NU. Prinsip politik NU itu kemanusiaan, kerakyatan. Itu saya kira prinsip yang harus dihormati,” pungkasnya.