home global news

Konten Hoaks Marah, Muhammadiyah Didorong Proaktif Kenalkan Kode Etik Netizmu

Ahad, 24 September 2023 - 12:00 WIB
ilustrasi
Kematangan literasi digital menjadi salah satu masalah bagi negara seperti Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI merilis data triwulan pertama 2023 terdapat 425 isu hoax.

Dengan isu sebanyak itu, jumlah produksi konten hoax diperkirakan berkali lipat. Uniknya, produksi isu dan konten hoax semakin meningkat ketika berdekatan dengan momentum politik.

“Ini adalah yang paling berat ya konten palsu dan ini, hari-hari ini selalu hadir apalagi menjelang Pemilu. Ini makanan sehari-hari masyarakat kita ketika konektivitas digital sudah semakin tinggi,” ungkap Wakil Ketua IV Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Makroen Sanjaya dikutip Minggu (24/9/2023).

Keadaan seperti ini, menurutnya menjadi semacam sebagai wake up call (panggilan kesadaran) bagi Persyarikatan untuk bergerak lebih proaktif. Mengingat jumlah pengguna gawai di Indonesia merupakan terbesar keempat di dunia.

“Di Indonesia ini ada 800 situs penyebar hoax. Jadi memang luar biasa. Jadi masyarakat kita ini tenggelam dengan isu-isu hoax hampir setiap hari,” ujar Makroen. Potensi terpapar itu juga makin parah oleh tipologi masyarakat Indonesia yang sering scrolling media sosial untuk mengisi waktu luang.

Baca juga:3 Cara Mendidik Anak Sesuai Ajaran Rasulullah

Direktur Utama PT. Muhammadiyah Surya Utama (TVMU) itu lantas merinci bahwa ekspresi hoax itu terbesar dalam bentuk tulisan, lalu gambar, dan sebagian kecil video seperti gimmick hingga satir. Ekspresi hoax itu juga muncul lewat berbagai media sosial, terutama Tiktok.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
hoaks literasi kode etik
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya