Antisipasi Bencana, KKP Tanam 6.000 Bibit Cemara Laut di Pesisir
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 31 Agustus 2021 - 18:34 WIB
Cemara laut diperlukan untuk mengurangi dampak pasang air laut dan tsunami. (foto: iStock)
Permasalahan bencana khususnya di wilayah pesisir terus menjadi konsen pemerintah Indonesia. Berbagai upaya mitigasi bencana pun dilakukan, salah satunya dengan penanaman vegetasi pantai untuk memperkuat ketangguhan di wilayah pesisir.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) telah menanam 6.000 bibit vegetasi pantai jenis cemara laut di lahan seluas 9,6 hektare di wilayah pesisir pantai Kabupaten Tasikmalaya.
Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari, mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk membantu masyarakat pesisir apabila terjadi bencana tsunami. Vegetasi pantai berfungsi sebagai buffer untuk mengurangi energi dan dampak tsunami terhadap infrastruktur pantai.
"Vegetasi pantai juga bermanfaat dalam membangkitkan ekonomi masyarakat melalui mata pencaharian alternatif yang muncul dari adanya kawasan hutan pantai," kata Tari dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip Selasa (31/8).
Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Muhammad Yusuf, mengatakan Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah yang rawan gempa bumi dan tsunami. Catatan tersebut berdasarkan riwayat bencana yang terjadi pada tahun 2006, 2009 dan 2017 dimana telah terjadi gempa dengan kekuatan magnitudo 6,8-7,3.
"Program bantuan penanaman vegetasi pantai yang dilakukan di Kabupaten Tasikmalaya merupakan gerakan nyata dalam upaya mencegah kerusakan yang besar dampak bencana, terutama tsunami," ujarnya.
Yusuf menjelaskan bahwa penanaman vegetasi pantai jenis cemara laut dipilih dengan pertimbangan tumbuhan tersebut mendominasi di lokasi target penanaman. Sebanyak 6.000 bibit cemara laut ditanam pada area seluas 9,6 hektare yang terbagi di empat lokasi pesisir Kabupaten Tasikmalaya, yaitu Desa Ciheras, Desa Mandala Jaya, Desa Cidadap dan Desa Cimanuk.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) telah menanam 6.000 bibit vegetasi pantai jenis cemara laut di lahan seluas 9,6 hektare di wilayah pesisir pantai Kabupaten Tasikmalaya.
Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari, mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk membantu masyarakat pesisir apabila terjadi bencana tsunami. Vegetasi pantai berfungsi sebagai buffer untuk mengurangi energi dan dampak tsunami terhadap infrastruktur pantai.
"Vegetasi pantai juga bermanfaat dalam membangkitkan ekonomi masyarakat melalui mata pencaharian alternatif yang muncul dari adanya kawasan hutan pantai," kata Tari dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip Selasa (31/8).
Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Muhammad Yusuf, mengatakan Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah yang rawan gempa bumi dan tsunami. Catatan tersebut berdasarkan riwayat bencana yang terjadi pada tahun 2006, 2009 dan 2017 dimana telah terjadi gempa dengan kekuatan magnitudo 6,8-7,3.
"Program bantuan penanaman vegetasi pantai yang dilakukan di Kabupaten Tasikmalaya merupakan gerakan nyata dalam upaya mencegah kerusakan yang besar dampak bencana, terutama tsunami," ujarnya.
Yusuf menjelaskan bahwa penanaman vegetasi pantai jenis cemara laut dipilih dengan pertimbangan tumbuhan tersebut mendominasi di lokasi target penanaman. Sebanyak 6.000 bibit cemara laut ditanam pada area seluas 9,6 hektare yang terbagi di empat lokasi pesisir Kabupaten Tasikmalaya, yaitu Desa Ciheras, Desa Mandala Jaya, Desa Cidadap dan Desa Cimanuk.