LANGIT7.ID-Jakarta; Embarkasi Banten melepas 391 jamaah calon haji kloter pertama (JKB 01) dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Rabu, (22/4). Ini menjadi penyelenggaraan haji perdana sejak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi terbentuk.
Bendera Merah Putih diserahkan kepada Ketua Kloter JKB 01, Muhammad Suryadi, sebagai penanda resmi keberangkatan. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad hadir langsung dalam prosesi pelepasan tersebut.
Gus Irfan menyebut momen ini sarat makna bagi para jamaah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji.
"Ada harapan dan doa yang tak putus dan dijaga dalam menuju Baitullah. Perjalanan ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan jiwa bagi setiap Muslim," ujar Gus Irfan, Rabu (22/4/2026).
Terkait situasi Timur Tengah yang memunculkan kekhawatiran, Gus Irfan memastikan pemerintah hadir dan terus berkoordinasi untuk menjamin keselamatan jamaah.
"Situasi Timur Tengah tentu menghadirkan kekhawatiran bagi jamaah dan keluarga. Dalam hal ini tentu negara hadir. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak terkait, supaya keamanan perlindungan keselamatan jamaah jadi prioritas," ungkap Gus Irfan.
Ia juga meminta jamaah untuk fokus beribadah dan menyerahkan urusan pelayanan kepada petugas haji. "Kami terus mengikhtiarkan layanan terbaik agar jamaah dapat beribadah dengan khusyuk," kata Gus Irfan.
Sufmi Dasco Ahmad turut memberikan apresiasi atas sejumlah inovasi dalam penyelenggaraan haji tahun ini, mulai dari penambahan fast track di Embarkasi Makassar, distribusi Kartu Nusuk sejak di Tanah Air, hingga penurunan biaya pelayanan.
"Semoga seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur," ujar Dasco, yang juga mendoakan para jamaah agar sehat saat kembali ke Tanah Air.
Turut hadir dalam pelepasan tersebut Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy.
(lam)