Pentingnya Peran Cegah Baby Blues Pascakelahiran
Muhajirin
Sabtu, 07 Oktober 2023 - 14:30 WIB
ilustrasi
Pakar psikologi dari Universitas Airlangga (Unair), Dewi Retno Suminar, menjelaskan, ibu setelah melahirkan kerap mengalami beberapa kondisi psikologis. Sekecil apapun upport dari orang sekitar akan mempengaruhi kondisi mentalnya.
Dewi menyampaikan hal tersebut untuk menanggapi video yang viral di media sosial tentang perempuan yang berencana membuang bayi di rel kereta. Perempuan tersebut melakukan hal tersebut karena diduga baby blues.
“Pada dasarnya dukungan dari suami, orang tua, bahkan kerabat merupakan kunci penting dalam menentukan kondisi psikologis seorang ibu pasca melahirkan. Karena emosi ibu pasca melahirkan sering tidak stabil dan perlu penyesuaian diri dengan bentuk tubuhnya dan kehidupannya yang baru,” ujar Dewi melalui laman Unair, dikutip Sabtu (7/10/2023).
Menurut Dewi, setiap keputusan yang seorang ibu ambil mengenai tindakan kepada bayinya berkaitan dengan peran suami dalam memberikan dukungan. Biasanya, seorang ibu kerap melakukan beberapa hal menyakiti bayi jika merasa tidak ada yang bisa membantunya.
“Sama halnya dengan kejadian seorang ibu yang berencana membuang bayinya ke rel kereta,” tutur dosen Psikologi UNAIR itu.
Walaupun terdapat dugaan adanya baby blues, Dewi menekankan, terdapat beberapa variabel yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan seorang ibu tersebut mengalami baby blues atau tidak. Dalam hal ini, penderita baby blues memiliki bentuk reaksi yang bervariasi, mulai dari menangis bahkan hingga emosi.
Rentannya kasus baby blues pada ibu, tentu suami memiliki peranan penting dalam membantu pengasuhan dan proses pemulihan pasca melahirkan. Selain itu, suami juga dapat memberikan afirmasi positif kepada istri, sehingga ia tidak merasa tersisihkan keberadaannya setelah kehadiran anak mereka.
Dewi menyampaikan hal tersebut untuk menanggapi video yang viral di media sosial tentang perempuan yang berencana membuang bayi di rel kereta. Perempuan tersebut melakukan hal tersebut karena diduga baby blues.
“Pada dasarnya dukungan dari suami, orang tua, bahkan kerabat merupakan kunci penting dalam menentukan kondisi psikologis seorang ibu pasca melahirkan. Karena emosi ibu pasca melahirkan sering tidak stabil dan perlu penyesuaian diri dengan bentuk tubuhnya dan kehidupannya yang baru,” ujar Dewi melalui laman Unair, dikutip Sabtu (7/10/2023).
Menurut Dewi, setiap keputusan yang seorang ibu ambil mengenai tindakan kepada bayinya berkaitan dengan peran suami dalam memberikan dukungan. Biasanya, seorang ibu kerap melakukan beberapa hal menyakiti bayi jika merasa tidak ada yang bisa membantunya.
“Sama halnya dengan kejadian seorang ibu yang berencana membuang bayinya ke rel kereta,” tutur dosen Psikologi UNAIR itu.
Walaupun terdapat dugaan adanya baby blues, Dewi menekankan, terdapat beberapa variabel yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan seorang ibu tersebut mengalami baby blues atau tidak. Dalam hal ini, penderita baby blues memiliki bentuk reaksi yang bervariasi, mulai dari menangis bahkan hingga emosi.
Rentannya kasus baby blues pada ibu, tentu suami memiliki peranan penting dalam membantu pengasuhan dan proses pemulihan pasca melahirkan. Selain itu, suami juga dapat memberikan afirmasi positif kepada istri, sehingga ia tidak merasa tersisihkan keberadaannya setelah kehadiran anak mereka.